Jamu Ilegal Sudah Masuk Sejak 1960

Selfiani Hasanah, Jurnalis · Selasa 26 Agustus 2014 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 26 316 1030002 xYY79dGAab.jpg Ilustrasi penjual jamu. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan terjadi pada 2015 mendatang. Namun, beberapa industri nampaknya masih belum siap menghadapi pasar bebas, seperti industri jamu. Hal ini dikarenakan maraknya penjualan jamu yang datang dari luar negeri yang sebagian besar adalah produk ilegal.

Ketua umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Charles Saerang, mengatakan masuknya produk ilegal dalam bentuk jamu-jamuan telah ada sejak 1960-an. Dia menyesalkan hingga kini peredaran jamu-jamu ilegal tersebut masih belum dihapuskan peredarannya di Indonesia secara keseluruhan.

"Terus terang kita berbicara ini sudah berpuluh-puluh tahun. Tidak ada ketegasan dari pemerintah membuat hal ini terus menerus terjadi," ujarnya saat ditemui di gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Dia juga khawatir ke depannya, saat produk asing masuk ke Indonesia pada pasar bebas, maka jamu ilegal akan semakin menjamur.

"Karena mereka mengetahui masuknya ke Indonesia ini dengan izin yang susah, mereka ya terus terang saja harus masuk melalui supermarket yang sekarang kan sebagian besar milik orang asing, nah itu ditunggangi lagi oleh produk-produk asing yang tidak punya izin," katanya.

Oleh karena itu, dia pun mengupayakan Rancangan Undang Undang (RUU) jamu. "Kita mau meluruskan, karena jamu tidak bisa dibawahi oleh Kementerian Kesehatan, kita mengharapkan jamu di bawahnya Kementerian Perindustrian," jelasnya.

Dia mengatakan, RPP telah dibuat dan dia pun berharap ada bantuan dari komisi VI. "Meskipun regulasi dibawahi kesehatan, tetapi tidak hanya semena-mena regulasi, tapi bagaimana mengembangkan pasar jamu, itu juga seharusnya menjadi perhatian penting," tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini