nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keberhasilan CEO Lego Gebrak Industri Mainan (1)

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 08 September 2014 13:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 09 08 22 1035802 3dLsVpaw5L.jpg Keberhasilan CEO Lego Gebrak Industri Mainan (1). (Foto: miniland.nl)

JAKARTA - Mainan anak belogo Lego belakangan ini kian gencar memasarkan produknya. Tidak hanya di Denmark sebagai tempat kelahirannya, tetapi Lego berhasil mendunia.

Keberhasilan brand Lego berkibar di industri anak-anak sejajar dengan brand antara Barbie dan Hello Kity.  Padahal, perusahaan di bawah perusahaan Mattel ini sempat dibayangi kemerosotan selama sembilan tahun.

Manuver yang dilakukan Lego adalah berkat kepiawaian Chief Executive Officer (CEO) Joergen Vig Knudstorp. Bagaimanakah ceritanya?

Lika-liku Lego

Lego didirikan pada 1932 oleh Ole Kirk Kristiansen, seorang ahli kayu. Lalu dia merintis membuat mainan anak dari bahan dasar kayu. Usahanya itu dia namai Lego, yang merupakan singkatan dari dua kata bahasa Denmark yaitu "leg godt" atau "berarti bermain dengan baik".

Dari bengkel kecilnya, Kirk terus konsisten membuat mainan anak. Pada era 1940, Lego mulai memikirkan untuk melakukan diversifikasi bahan baku dari kayu menjadi plastik. Sejumlah penelitian dan analisa pasar dilakukan. Hingga pada akhirnya pada 1958, mainan Lego dibuat seperti bata berbahan dasar plastik, dengan ruang yang kosong di dalamnya. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk berimajinasi dan menstimuli kekayaan ide kreatif saat bermain Lego.

Dalam membuat mainan, seperti dikutip dari History of Lego, Senin (8/9/2014), Kirk memiliki 10 filosofi yang terkandung dalam Lego, yakni mainan yang tidak terbatas, bisa untuk anak perempuan dan laki-laki, menyenangkan bagi semua usia, permainan yang menyehatkan dan tidak berisik, memakan waktu yang lama dalam bermain, membangun-imajinasi-dan kreatif, semakin memiliki banyak bata Lego maka akan semakin mendapat keleluasaan dalam bermain, kualitas dalam setiap detail.

Saat brand Lego menanjak, Kirk menghembuskan napas terakhirnya pada 1958. Usaha mainan anak ini diwariskan kepada anaknya, Godtfred Kirk Christiansen, dan estafet kepemimpinan dilanjutkan kepada Kjeld Kirk Kristiansen. Hingga akhirnya, kini Lego di tangan CEO keempat.

Namun, seiring dengan lika-liku industri mainan, Lego mengalami masalah besar. Pendapatannya selalu menurun. Setelah dilakukan evaluasi dan pembenahan, Lego mampu menggebrak pasar. Apa yang dilakukan? (Bersambung)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini