nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keberhasilan CEO Lego Gebrak Industri Mainan (2)

Rani Hardjanti, Jurnalis · Senin 08 September 2014 16:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 09 08 22 1035897

JAKARTA - Sebelum kembali berjaya, Lego sempat mengalami masa suram. Lego harus bersaing dengan kompetitor lainnya yang gencar memasarkan produk serupa dengan harga yang miring.  

Situasi itu terjadi pada kisaran 2004, di mana penjualan Lego menurun. Lego harus menelan kerugian hingga USD300 juta pada tahun itu. Manajemen pun langsung melakukan aksi tanggap keuangan untuk bertahan. Seperti dikutip CNBC, Senin (9/9/2014), sejumlah Legoland Themepark dan aset dijual. Tidak ketinggalan keuangan pun dikontrol dengan ketat.

 

Baca : Keberhasilan CEO Lego Gebrak Industri Mainan (1)

 

Konon kabarnya kemerosotan Lego lantaran kualitas yang baik membuat harga jual Lego mahal. Sementara kompetitor mampu menggempur pasar dengan model yang sama. Selain itu, produk Lego hanya dijual di tempat tertentu sehingga terdapat jarak dengan pembeli. 

 

Di sisi lain, Lego harus menghadapi perubahan pola bermain anak dari tradisional menjadi modern seperti penggunaan komputer dan video game. Mainan Lego dianggap kuno dan banyak yang memilih menyimpannya di loteng.

 

Namun, situasi itu langsung cepat ditangani ketika Lego Group merekrut Jorgen Vig Knudstorp sebagai President and CEO. Jorgen adalah pemimpin pertama kalinya dari luar lingkar keluarga.

 

Begitu Jorgen masuk di kerjaan Lego, dia langsung membuat revolusi. Seperti diberitakan Fortune dia sempat melakukan perampingan karyawan di negara yang pembeliannya kurang prospektif sebanyak 7.300 karyawan menjadi 5.300. Jorgen juga mengubah basis produksi ke wilayah yang lebih murah.

 

Usahanya pun membuahkan hasil. Seperti dipublikasikan Lego dalam keterangan tertulisnya di Lego.com, perusahaan mainan asal Denmark ini mampu membukukan revenue pada semeseter I-2014 tumbuh 11 persen atau senilai 11,504 juta Danish Krone (Dkk) dari 10,408 juta Dkk dibanding periode yang sama tahun lalu. Penjualan Lego di region Eropa, Amerika dan Asia mampu tumbuh dua digit.

 

Menurut Jorgen, pendapatan kami pada semester pertama 2014 meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan semester pertama enam tahun silam. "Ini adalah hasil yang sangat memuaskan. Pendapatan ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sejak situasi ekonomi yang sangat sulit. Kami sangat senang bahwa Lego klasik seperti Lego City, Lego Creator, LEGO Technic, dan Star Wars LEGO terus memberikan pertumbuhan yang sangat kuat secara global," ujar Jorgen.

 

Seni membangun kerajaan Lego tidaklah semudah membalikan tangan. Buktinya, kerja keras Jorgen  baru terjawab setelah beberapa tahun dia didapuk sebagai Group CEO. Namun ada satu titik di mana Lego kembali populer di mata anak-anak meski mainan tersebut termasuk mainan konvensional. (Bersambung)

Baca : Bermain ke Legoland Terbesar se-Asia.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini