Peredaran Uang di RI Tumbuh 11% Capai Rp3.891 T

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 08 September 2014 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 08 457 1035951 uvP7Qy8l2D.jpg Peredaran Uang di RI Tumbuh 11% Capai Rp3.891 T. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Likuiditas perekonomian M2 (uang beredar dalam arti luas) pada Juli 2014 mengalami perlambatan pertumbuhan. Pada Juli 2014, M2 tercatat sebesar Rp3.891,4 T atau tumbuh 11 persen (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan Juni 2014 yang sebesar 13,1 persen (yoy).

Berdasarkan komponennya, melambatnya pertumbuhan M2 tersebut bersumber dari komponen M1 (uang kartal dan simpanan giro Rupiah) dan Uang Kuasi (Dana Pihak Ketiga yang terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan baik rupiah maupun valas serta simpanan giro valas).

Pertumbuhan komponen M1 dan Uang Kuasi masing-masing tumbuh 4,4 persen (yoy) dan 13,3 persen (yoy), melambat dibandingkan Juni 2014  sebesar 10,2 persen (yoy) dan 14,0 persen (yoy). Demikian terungkap dalam keterangan tertulis BI, Senin (8/9/2014).

Berdasarkan faktor yang mempengaruhi, perlambatan terutama disebabkan oleh perlambatan Net Domestic Assets seiring dengan perlambatan kredit perbankan dari 16,6 persen pada Juni 2014 menjadi 15,0 persen (yoy). Hal tersebut  sejalan dengan moderasi permintaan domestik.

Suku bunga simpanan dan kredit perbankan pada Juli 2014 masih terus meningkat. Rata-rata suku bunga Deposito berjangka waktu 1, 3, 6 dan 12 bulan masing-masing tercatat 8,41 persen, 9,20 persen, 9,10 persen dan 8,44 persen, meningkat dibandingkan Juni 2014, yaitu masing-masing sebesar 8,29 persen, 9,11 persen, 8,98 persen dan 8,28 persen.

Kenaikan suku bunga dana tersebut diiringi oleh peningkatan suku bunga kredit. Rata-rata suku bunga kredit di Juli 2014 tercatat sebesar 12,83 persen meningkat dibandingkan Juni 2014 sebesar 12,77 persen.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini