Share

Industri Manufaktur RI Mulai Alami Perlambatan

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Kamis 11 September 2014 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2014 09 11 320 1037800 RdymqwVsr8.jpg Ilustrasi industri. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat bangsa dan negara untuk mencapai tujuan dibentuknya pemerintahan sesuai dengan UUD 1945.

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKB, Lukman Edy mengatakan, usaha mewujudkan dan melaksanakan pembangunan nasional tersebut salah satunya didorong oleh sektor perindustrian dan sektor perdagangan yang merupakan penggerak utama dalam pembangunan perekonomian nasional.

"Meskipun sektor perindustrian dan perdagangan ini berperan besar dalam pembentukan produk domestik bruto di Indonesia, tapi tetap saja banyak permasalahan dan hambatan," kata Lukman, dalam diskusi bertajuk 'Ancaman Deindustrialisasi dan Defisit Neraca Perdagangan Terhadap Perekonomian Nasional', di ruang Fraksi PKB, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Menurut dia, problem utama di sektor industri di Indonesia adalah munculnya gejala nyata dari deindustrialisasi, yaitu menurunnya peran industri dalam perekonomian secara umum.

"Secara teori deindustrialisasi ditandai dengan penurunan aktivitas industri manufaktur, yang diukur dari penyerapan lapangan kerja dan penurunan unit usaha dalam jangka panjang," tegasnya

Lukman menambahkan, gejala mulai terjadinya deindustrialisasi ditunjukkan oleh semakin besarnya industri berbasis sumber daya alam dan sebaliknya, industri yang sejatinya menufaktur justru lebih mengecil.

Bila menelusuri data BPS, kontribusi sektor industri manufaktur terhadap PDB, sebenarnya mengalami tren penurunan sejak dekade lalu. Pada 2004, sumbangan industri manufaktur terhadap PDB mencapai 28,34 persen, turun dari tahun sebelumnya 28,84 persen.

"Kinerja industri di Indonesia ini tercatat semakin menurun dalam beberapa tahun terakhir ini. Terjadinya fenomena deindustrialisasi ini jelas berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia," paparnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini