nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Loundry Koin, Sepi Saingan & Cepat Untung

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 15 September 2014 03:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2014 09 14 455 1038918 Jm00e90krk.jpg Ilustrasi laundry koin. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Mungkin sebagian masyarakat sudah bosan ketika ditawari bisnis franchise atau waralaba makanan atau minuman. Pasalnya sudah terlalu banyak merek waralaba yang tumbuh pada sektor makanan.

Tapi apakah Anda pernah mendengar waralaba laundry koin? Ya, bisnis ini sangat dikenal oleh warga Amerika dan Eropa. Namun bisnis ini belum banyak terjamah oleh pengusaha Indonesia.

Melihat kesempatan ini, Direktur Maytag Laundry Commercial Rizal Matulatan mencoba sesuatu yang baru dengan membuka bisnis laundry koin.

"Awalnya kita melihat ada kesempatan di Indonesia. Banyak orang yang ingin mencari sesuatu yang baru dan mudah jadi kita bikin satu kemudahan dengan menghadirkan laundry koin ini," ungkap Rizal kepada Okezone akhir pekan kemarin.

Seiring berjalannya waktu banyak yang tertarik untuk membuka usaha serupa dengan meminjam nama toko laundry milik Rizal. Dengan landasan itulah akhirnya Rizal membuka peluang usaha bagi pengusaha yang tertarik pada bisnis laundry.

"Pertama awalnya kita bikin percontohan, tapi kemudian banyak yang tertarik untuk membuka dengan nama yang sama dengan kita, jadi kita mau membantu mereka yang ingin bisnis laundry tapi tidak tahu bagaimana memulainya," jelas dia.

Menurut penuturannya tidak rumit untuk menjadi partner bisnisnya. Investor cukup mengajukan tempat, kemudian manajemen dari perusahaan milik Rizal akan mensurvei tempat tersebut.

"Caranya enggak begitu rumit, yang penting nanti kita survei tempat, kalau kita lihat tempat itu potensial kita oke, tapi kalau menurut kita kurang kita akan sarankan cari tempat lain," kata dia.

Dengan investasi mulai dari Rp275 juta sampai Rp4 miliar, investor sudah bisa menjalankan bisnis serupa dengan Rizal.

"Di Indonesia yang paling banyak itu investasi Rp500 sampai Rp1,5 miliar, misal di Tanjung Duren itu sudah lima tahun buka, dia investasi Rp1,5 miliar, kita kasih mesin 12 set di sana," imbuhnya.

Rizal menyebutkan, dalam waktu enam sampai sepuluh bulan investor sudah bisa balik modal. Selain di Jakarta, bisnis ini sebenarnya sudah tersebar di beberapa kota, antara lain Makassar, Medan, Surabaya dan Yogyakarta.

Meskipun begitu dirinya meyakini bahwa peluang bisnis ini sangat besar. Sebab belum ada 100 outlet laundry koin yang ada di Indonesia.

"Sampai saat ini untuk koin laundry enggak ada saingannya, saingannya dari merek laundry aja sih. Di Amerika saja ada 35 ribu outlet yang skala menengah ke atas, di kita baru hampir 100. Mestinya peluangnya masih banyak, Indonesia kan negara yang cukup besar ya," tukas dia.

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini