5 Tema Warna Colour Futures ala Dulux

Meutia Febrina Anugrah, Jurnalis · Rabu 01 Oktober 2014 15:21 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 01 477 1046889 qzpH2KgVmY.jpg 5 Tema Warna Colour Futures ala Dulux (Foto : sourceable.net)

JAKARTA - Salah satu produsen cat dan pelapis terbesar di dunia, Akzonobel, Dulux mengeluarkan edisi terbaru dari Colour Future.

Di lansir dari keterangan tertulis perusahaan, Rabu (1/10/2014) edisi keduabelas Colour Futures ini, AkzoNobel mengajak menemukan kembali hal-hal luar biasa di kehidupan sehari-hari menggunakan “Everyday + Finding the wonderful in the normal” sebagai inspirasi utama.

"Colour Futures kali ini mengangkat isu keberlanjutan dalam penelitiannya tahun ini. Keberlanjutan merupakan hal penting yang membutuhkan komitmen tulus tanpa henti,” tambah Jeremy" kata Managing Director AkzoNobel Decorative Paints South East & South Asia, Jeremy Rowe.

Berikut penjelasannya.

Big nature + small me

Alam merepresentasikan semua hal yang tidak dapat diprediksi dan memiliki kehendak sendiri. Terkadang tenang di permukaan, beriak di dalamnya. Meski begitu, manusia tak pernah berhenti menemukan cara untuk memahaminya. Tren ini mengangkat warna alam yang sanggup menghangatkan dan memberi kesan nyaman pada ruangan. Palet warna ini menangkap suasana terik matahari di gurun Arizona, meski terkesan luas dan mengintimidasi, tetapi juga sangat mempesona. Tema ini terinspirasi mineral alam kaya warna, seperti sepia, ochre, sienna, dan tanah liat bernuansa alami dan kuat.

 

Layers + layers

Tren ini merefleksikan fakta manusia kini hidup multi-dimensi, yang berarti lebih banyak kesempatan mengeksplorasi diri dan lingkungan tempat tinggal mereka. Kehadiran lanskap digital semakin memperbanyak lapisan kehidupan, bukan hanya urusan ruang tetapi juga waktu. Esensi utama tren ini adalah mengombinasikan nuansa pastel lembut (yang ditampilkan Colour of the Year) dengan efek memudar atau menumpuk untuk mempertegas kedalaman warna.

 

Unseen spaces

Tema ini mengungkapkan gagasan kehidupan modern, ruang sebagai aset berharga, dan manusia belajar menghargai hal-hal yang selama ini diabaikan. Terjadi perubahan sudut pandang melihat area yang selama ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal.

Pada tren ini, desainer interior mengungkapkan variasi cara memaksimalkan potensi ruang sisa, seperti lorong atau sudut di bawah tangga. Koleksi warna sangat mutakhir diaplikasikan dalam tiga pilihan; biru abu abu, khaki dan merah muda netral (yang terdiri dari empat nuansa), dan putih. Kekuatan satu palet warna sudah bisa menampilkan penampilan utuh atau mengombinasikan palet warna berbeda untuk kesan yang lebih bervariasi tetapi tetap harmonis.

 

Him + Her

Tema keempat Colour Futures 2015 menampilkan semangat baru dalam merayakan gender, dalam hal perbedaan hingga kesetaraan. Tema ini mengajak manusia menemukan keunikan gender masing-masing, sekaligus memahami cara saling melengkapi antara gender maskulin dan feminin.

 

Persepsi ini kemudian ditransformasikan ke semburat warna feminin, seperti damson, powder pink and cream, sedangkan nuansa maskulin diaplikasikan melalui khaki, slate grey, dan teal. Setiap warna memiliki kekuatannya sendiri, tetapi ketika disatukan bertransformasi menjadi perpaduan selaras yang klasik, bersahaja, dan percaya diri.

 

Friendly barter +

Tema terakhir untuk tren warna 2015 mengangkat tren sosial paling signifikan beberapa tahun terakhir, yaitu konsep kepemilikan dan pertemanan. Terinspirasi dari pengaruh dunia digital yang kian ‘mendominasi’ kehidupan nyata serta revolusi media sosial yang menjadi bentuk pertemanan baru.

Colour Futures tahun ini merupakan edisi keduabelas sejak diluncurkan 2004 dengan tetap menggandeng para profesional yang terdiri dari desainer interior, arsitektur, desainer fashion, hingga ahli marketing.

Colour Futures pertama menampilkan “Aqua Blue” sebagai Colour of the Year. Dilanjutkan “Fresh Orange” (2005), “Yellow Green” (2006), “Pink” (2007) “Sunny Yellow” (2008), “Green” (2009), “Blue” (2010), “Citrus Yellow” (2011), “Blushing Red” (2012), “Indigo” (2013), dan “Teal” (2014).

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini