Brasil Tuntut Indonesia Terkait Perdagangan Ayam

Diana Rafikasari, Jurnalis · Jum'at 24 Oktober 2014 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 24 320 1056570 brasil-tuntut-indonesia-terkait-perdagangan-ayam-9H183WTvOm.jpg Brasil Tuntut Indonesia Terkait Perdagangan Ayam (Foto : Okezone)

JAKARTA - Brasil laporkan Indonesia ke World Trade Organization (WTO) terkait proteksi perdagangan ayam. Pihak Brasil menganggap Indonesia sengaja menghambat masuknya produk daging ayam potong (karkas) mereka. Berkaitan hal tersebut, Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Bachrul Chairi angkat bicara.

"Kita sudah menjawab surat di pemerintahan mereka, untuk berkonsultasi. Maksimal 10 hari ini kita akan memberikan jawaban. Kami sudah mengirimkan surat ke Dubes WTO untuk disampaikan ke Dubes WTO Brasil bahwa kita menerima permintaan mereka untuk berkonsultasi dengan Indonesia dengan batasan" ujar Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional, Bachrul Chairi saat ditemui di Jakarta Jumat (24/10/2014).

Bachrul menyebut, pemerintah sudah menjadwalkan pertemuan tersebut tanggal 17 Desember di Jakarta. Dalam pertemuan nanti akan memberikan klarifikasi kebijakan-kebijakan yang akan di ambil. Dari pertemuan tersebut diharapkan Brasil dapat pahami penjelasan. Sebagai negara yang mayoritas Islam, Indonesia harus sesuai dengan ketentuan Permentan 110.

"Selain dibalik Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS Agreement) itu ada halal. Itu harus ada verifikasi di lokal dan cara penyembelihannya itu dengan manual bukan pake mesin. Dari segi SPS itu paling penting," tambahnya.

Kelebihan suplai ayam terjadi sejak Indonesia dilarang ekspor akibat wabah flu burung pada 2003 lalu. Setelah pemerintah berhasil mengendalikan virus mematikan tersebut, pasokan ayam meningkat tajam melebihi permintaan dalam negeri.

Bachrul menjelaskan, preshipment inspection tidak hanya untuk melihat harganya. Bagi pemerintah harus mengecek barang tersebut sudah sesuai dengan ketentuan, halalnya sudah belum, kesehatannya sudah ada belum, dan pemerintah tidak melihat harganya tetapi mutunya dan kualitas persyaratan dan ketentuan.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini