nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UMK Depok Lebih Rendah dari DKI Jakarta

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis · Jum'at 07 November 2014 22:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 11 07 320 1062582 umk-depok-lebih-rendah-dari-dki-jakarta-WhYiW87OJn.jpg UMK Depok Lebih Rendah dari DKI Jakarta (Ilustrasi: Okezone)

DEPOK - Para buruh di DKI Jakarta menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) menjadi Rp3 juta. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan UMP di angka Rp2,7 juta.

Tuntutan yang sama disuarakan oleh buruh di Depok yakni Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp3 juta atau minimal Rp2,9 jutaan. Pemerintah Kota Depok sampai saat ini masih membahas angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan Dewan Pengupahan dan Serikat Pekerja bersama Apindo.

"Masih terus dibahas sambil mendengarkan aspirasi buruh bersama tripartid, KHL belum," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok Diah Sadiah, Jumat (07/11/2014).

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail membenarkan hal tersebut. Pihaknya bersama tripartid masih belum mencapai kesepatakan.

"Belum sepakat, saya hanya kasih warning menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA ), hati - hati jangan pengen nambah gaji terus. Makin nambah kalau enggak diikuti dengan kompetensi bagus akan tergerus,"

jelasnya.

Nur Mahmudi memberikan sinyal bahwa UMK Depok akan lebih rendah dari UMP di DKI Jakarta. Ia pun meminta produktivitas buruh harus sesuai dengan tuntutan, termasuk tuntutan pulsa dan bedak masuk dalam KHL.

 

"Rp2,7 juta di DKI, Depok dibawah itu. Ada 85 item boleh saja, boleh, boleh. Asalkan ada relevansi dengan kapasitasnya. Kalau mau minta apa saja tapi produktivitas masih di bawah standar, tetap saja orang akan fight," tegasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini