nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BEI Targetkan 1% Orang Indonesia Main Saham

Prabawati Sriningrum , Jurnalis · Senin 10 November 2014 18:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 11 10 320 1063549 bei-targetkan-1-orang-indonesia-main-saham-imInGTwbjk.jpg Ilustrasi pasar saham. (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan minat masyarakat untuk terjun di pasar modal masih minim. Selain masalah kesejahteraan, nampaknya masyarakat lebih memilih dana mereka di bank sebagai pilihan berinvestasi.

Direktur Pengembangan BEI, Frederica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa masyarakat memilih investasi di bank karena menawarkan bunga yang tinggi. "Kalau dilihat Indonesia agak beda dengan negara lain bunga bank 7 persen, kalau di bank lain ada yang lebih dari itu," ungkapnya di Jakarta, Senin (10/11/2014).

Berbeda dengan Jepang, dia mengatakan investasi di bank justru merugikan karena biaya administrasi terhitung besar. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat mencari pilihan investasi lain, karena investasi di bank tidak sepenuhnya menguntungkan lantaran inflasi.

"Negara lain taruh di bank minus, boros administrasinya. Makanya harus dipaksa nyari alternatif lain biar uangnya berkembang. Di kita libur enggak ngapa-ngapain dapat bunga. Tapi kan ada inflasi cukup tinggi tapi masyarakat enggak tahu itu. Kaya Jepang naruh uang di bank malah boros administrasinya," paparnya.

Pasar saham Indonesia

Dia menargetkan 1 persen penduduk Indonesia dapat memiliki rekening di pasar modal. Jika saat ini penduduk Indonesia mencapai 230 juta, maka ada 2,3 juta masyarakat yang masuk pasar modal.

"Sekarang kalau dilihat jumlah sub rekening (subrek) sekitar 450 ribu. Reksa dana, ORI sekitar 1 juta. Memang masih jauh. Kita mesti ke sana," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini