TRAM Tidak Terimbas Kasus Penyelundupan Minyak

Athurtian, Jurnalis · Kamis 20 November 2014 06:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 11 19 278 1067947 tram-tidak-terimbas-kasus-penyelundupan-minyak-kD0ylqd4Oi.jpg TRAM Tidak Terimbas Kasus Penyelundupan Minyak. (Foto: Okezone)
JAKARTA – PT Trada Maritim Tbk (TRAM) mengungkapkan, proses investigasi terkait kapal milik anak usahanya, MT Jelita Bangsa yang tertangkap di perairan Kepulauan Riau awal Juni 2014 lalu, atas dakwaan penyeludupan minyak mentah 1.200 MT telah selesai.
 

Direktur Utama Perseroan Danny DeMita menjelaskan, tidak ada kasus hukum yang ditujukan kepada perseroan terkait kasus tersebut. Kasus sudah mulai disidangkan akhir Oktober 2014 lalu terhadap pihak-pihak yang terlibat.

“Kami serahkan sepenuhnya masalah ini ke ranah hukum. Semoga prosesnya dapat secepatnya selesai dan diputuskan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Danny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (20/11/2014).

MT Jelita Bangsa memiliki kontrak time charter jangka panjang sejak tahun 2009 selama lima tahun dengan opsi perpanjangan dua kali satu tahun, antara Trada Shipping (TS) selaku pemilik kapal dengan Pertamina selaku penyewa.

Sesuai kontrak tanggung jawab TS adalah menyediakan menyediakan kapal yang laik laut dan menjalankan pengoperasian sesuai dengan instruksi Pertamina sebagai penyewa sekaligus pemilik kargo.

Terkait Notice of Default yang diterima Perseroan dari International Finance Corporation (IFC) dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) di awal Juni 2014 lalu, Danny menambahkan Perseroan telah menerima Letter of Consent dari IFC pada tanggal 19 Juni 2014 yang merupakan kesepakatan tertulis mengenai keterlibatan Kreditur dalam proses klaim asuransi serta penggunaan hasil klaim asuransi untuk penyelesaian pinjaman.

“Perseroan dan Kreditur sudah menyepakati atas opsi klaim yang diambil dan bersama-sama mengupayakan penyelesaian yang optimal atas klaim tersebut,” ujar Danny.

Pertemuan intensif antara consultant maritime Perseroan dan pihak Asuransi tengah dilakukan guna mengevaluasi repair scope FSO Lentera Bangsa yang mengarah pada penyelesaian klaim.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini