OJK Minta 7,5% Saham Mutiara Dilepas ke Publik

Prabawati Sriningrum , Jurnalis · Jum'at 21 November 2014 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 21 457 1068922 ojk-minta-7-5-saham-mutiara-dilepas-ke-publik-A0GrFSqW3p.jpg Bank Mutiara. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengkaji sisa divestasi saham PT Bank Mutiara Tbk (BCIC) pasca-penjualan 99 persen saham perusahaan kepada perusahaan investasi Jepang J-Trust. Pasalnya, Bank Mutiara merupakan bank yang sudah listing di pasar modal Indonesia

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengungkapkan,jika ingin tetap menjadi perusahaan terbuka (tbk), maka J-Trust harus mengikuti peraturan free floating, dimana kepemilikan saham publik di perusahaan minimal sebesar 7,5 persen.

"Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) masih memiliki 0,996 persen saham mutiara, sisanya 0,004 persen dimiliki publik, dengan flotingan sekecil itu, kami akan terus lihat secara bertahap dan tergantung rencana pemegang saham baru seperti apa ke depan, detail informasinya belum kami dapat," ungkapnya usai peluncuran Indobex di Jakarta, Jumat (21/11/2014).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bank Mutiara masih masuk dalam aturan khusus Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di mana kepemilikan saham pengendali boleh dimiliki hingga 100 persen. "Mutiara itu perusahaan Tbk suspend, jadi ketentuan pasar modalnya dikecualikan termasuk terkait ketentuan free float," imbuhnya.

Dirinya menambahkan, sebetulnya LPS bisa saja menjual 100 persen saham Bank Mutiara. Namun,OJK hanya menyetujui sejumlah yang diajukan LPS yakni 99 persen saham. "Yang kami catat 99 persen, bukan berarti LPS tidak bisa menjual semuanya. Jadi sisa 1 persennya ini masih akan kami pelajari," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini