nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertamina Siap Salurkan Solar Subsidi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Selasa 25 November 2014 19:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2014 11 25 19 1070613 pertamina-siap-salurkan-solar-subsidi-j2BbZeOIPZ.jpg Ilustrasi nelayan. (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Pertamina menjamin jika nelayan kecil akan tetap mendapatkan solar bersubsidi. Oleh karena itu, PT Pertamina akan mengaplikasi sistem kartu bahan bakar minyak (BBM) untuk Nelayan.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya, mengatakan dengan mengaplikasi kartu tersebut, maka tidak ada lagi yang mengeluhkan solar subsidi tidak tepat sasaran. Menurutnya, kartu tersebut diprioritaskan untuk nelayan yang ekonominya belum begitu kuat dan menggunakan kapal dengan kapasitas di bawah 30 GT.

"Kalau kapal terdaftar yang 30 GT itu setahu saya ada 591 ribu. Yang diatas 30 GT itu sudah masuk plat pengusaha mampu, mestinya jangan beli BBM bersubsidi nelayan kita," katanya di Jakarta, Selasa (25/11/2014).

Dia melanjutkan, kebijakan tersebut sepenuhnya ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pertamina, kata dia, hanya akan memberikan solar sesuai dengan rekomendasi dari KKP.

"Dan tadi sudah dilihat, nama kapal ada, kuota ada di kartu BBM Nelayan itu. Kemudian sisa kuota ada. Saya pastikan ini bisa memanage itulah ya. Bakal tepat sasaran," ucapnya.

Namun, untuk mengantisipasi nelayan yang punya kebiasaan menjual BBM subsidi di tengah laut, maka KKP akan melakukan pengawasan. "Saya juga melihat adanya hal tersebut dan harus mengantisipasi ini. Saya dengar KKP akan bangun sistem dengan kartu ini," tambah dia.

Nantinya, ketika nelayan kembali dari melaut, maka dia akan melaporkan hasil tangkapannya, dan dalam sebulan akan direkapitulasi. Jika jumlahnya sesuai, maka nelayan tersebut dipastikan bekerja dengan benar.

"Itu digunakan sebagai dasar untuk memberikan kuota di bulan berikutnya. Tapi kalau dia mengambil BBM bersubsidi per bulan, tapi enggak pernah dapat ikan, ya bulan berikutnya enggak kita kasih lagi karena indikasinya sudah nggak benar," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini