nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Operasional Gerbang Tol Otomatis Jasa Marga Sesuai Target

Hendra Kusuma, Jurnalis · Selasa 16 Desember 2014 18:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 12 16 320 1080071 operasional-gerbang-tol-otomatis-jasa-marga-sesuai-target-wAmeLJUIYn.jpg Operasional Gerbang Tol Otomatis Jasa Marga Sesuai Target (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menyatakan telah berhasil mengoperasikan sebanyak 30 persen Gardu Tol Otomatis (GTO). Di mana, capaian tersebut sesuai dengan rencana strategis Perseroan di 2014.

GM Cawang-Tomang-Cengkareng PT Jasa Marga, Agus Purnomo mengatakan, khusus untuk Gerbang Tol Semanggi 1, terhitung sejak Selasa 16 Desember 2014, dioperasikan 2 buah GTO. Dengan demikian GT Semanggi 1 hanya menerima transaksi kartu elektronik seperti e-Money, e-Toll Card, Indomart Card, Gaz Card.

"Gerbang tol Semanggi 1 mulai Selasa depan tidak lagi melayani transaksi tunai, non golongan1, dan rombongan," kata Agus di Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Agus melanjutkan, apabila pengendara jalan tol tidak membawa kartu elektronik, maka disarankan untuk masuk gerbang tol berikutnya seperti Gerbang tol Semanggi 2, Kuningan 2 atau Tebet 2 yang dapat menerima transaksi tunai.

Lanjut Agus, Jasa Marga juga menyarankan agar pengendara jalan tol untuk segera memiliki kartu atau mengisi ulang kartu demi kemudahan transaksi. Sebab, pengoperasian GTO skala penuh di GT Semanggi 1 ini, prinsipnya untuk mempercepat transaksi dan menambah kapasitas yang pada akhirnya akan mengurangi antrean di gerbang tol.

Selain itu, kata Agus, manfaat transaksi kartu elektronik itu adalah memberikan kemudahan dan kecepatan transaksi di gerbang tol. Mengurangi risiko kesalahan uang kembalian bagi pengguna jalan tol. Menekan beredarnya jumlah uang palsu di gerbang tol. Menekan biaya handling uang tunai dan uang kembalian di gerbang tol dan meningkatkan transparansi transaksi pengguna jalan tol karena riwayatnya tercatat.

"Dalam jangka panjang, tentunya ini untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia (BI)," tambahnya.

Sementara itu, Agus mengungkapkan transaksi tol dengan GTO seharusnya lebih cepat jika dibandingkan dengan gardu reguler. Karena itu, penetrasinya harusnya mencapai 40-50 persen. Namun, para pemakai e-Toll card sulit untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan, sehingga pengguna e-Toll Card jumlahnya masih sedikit, padahal jumlah gardu yang ada sudah banyak.

"Sehingga pengguna jalan tol yang tidak menggunakan kartu elektronik tidak bisa masuk di gerbang tol tersebut," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini