Share

Minat Investasi Capai USD18,7 Miliar

Danang Sugianto, Jurnalis · Jum'at 19 Desember 2014 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 18 20 1081245 minat-investasi-capai-usd18-7-miliar-W0PYsX3PMx.jpg Minat Investasi Capai USD18,7 Miliar (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sejak bulan Oktober hingga pertengahan bulan Desember telah masuk minat investasi senilai USD18,7 miliar. Dari total investasi tersebut di antaranya disumbang dari sektor prioritas seperti kelistrikan, industri padat karya, pertanian, maritim dan substitusi impor.

“Nilai tersebut sangat mungkin bertambah karena dari 43 investor yang sudah menyatakan minatnya, 18 di antaranya yang sudah menyampaikan nilai investasi,” tutur Kepala BKPM Franky Sibarani dalam siaran pers resminya.

Franky menambahkan dari minat investasi yang sudah masuk ke BKPM adalah tingginya animo investor untuk menanamkan modalnya di sektor industri substitusi impor. Tercatat ada 10 investor yang mengindikasikan minatnya untuk bereinvestasinya, 5 di antaranya sudah menyampaikan komitmen nilai investasi sekiraUSD8,5 miliar.

“Kondisi ini dalam jangka panjang akan menekan angka impor Indonesia dan menyeimbangkan neraca pembayaran. Industri dalam negeri masih mengalami ketergantungan impor bahan baku, bahan penolong dan bahan modal. Data BPS menunjukkan impor untuk ketiga industri dasar tersebut, sepanjang Januari-September 2014 sebesar US$ 114,3 miliar atau mencapai 76 persen dari total impor Tahun 2013 sebesar USD149,7 miliar. Itulah kenapa BKPM menempatkan industri substitusi impor sebagai prioritas investasi,” jelas Franky.

BKPM menyatakan siap untuk memantau investasi yang sudah masuk melalui kemudahan perizinan dengan program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Bukan hanya investor baru, BKPM juga akan memfasilitasi investor lama yang akan melakukan perluasan usaha. Kami akan mengadakan dialog dengan investor di sektor prioritas, untuk mendengar apa yang dibutuhkan mereka dalam mendorong ekspor dan melakukan penambahan investasi,” pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini