Faisal Basri Cs Diminta Pahami Persoalan Petral

Fakhri Rezy, Jurnalis · Senin 22 Desember 2014 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 22 19 1082622 faisal-basri-cs-diminta-pahami-persoalan-petral-jhWytHTZ2u.jpg Faisal Basri Cs Diminta Pahami Persoalan Petral (Faisal Basri: Okezone)

JAKARTA – Kepala Tim Reformasi Tata kelola Migas (RTKM) disarankan agar memahami dahulu persoalan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sebelum mengeluarkan pernyataan kontroversial. Hal ini agar publik tidak menilai dirinya tidak konsisten.

"Faisal Basri seharusnya mendalami dulu persoalan Petral. Jangan membuat pernyataan kontroversial dulu, jangan emosional, sehingga tidak terulang lagi seperti sekarang, kalau pernyataan berubah-ubah bisa menimbulkan persepsi publik bahwa seseorang itu terkesan tidak konsisten," kata Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo pada keterangan tertulis, Jakarta, Senin (22/12/2014).

Saran tersebut dikatakan oleh Karyono terkait pernyataan Faisal Basri yang mengakui bahwa keberadaan Petral lebih berguna di Singapura sebagai perusahaan trading dari tanah air, padahal sebelumnya, Faisal secara lantang menginginkan bahwa Petral harus dibubarkan lantaran menurutnya telah menjadi sarang mafia migas.

"Mungkin pak Faisal belum mengetahui betul Petral secara utuh, peran dan fungsinya seluk beluk Petral," ujar Karyono.

Meskipun demikian Karyono memaklumi apa yang telah dikatakan oleh Faisal, menurutnya hal itu terjadi lantaran latar belakang Faisal bukan murni dari migas tetapi sebagai pengamat ekonomi.

Selain itu menurut Karyono, sebelum Faisal menjadi Ketua Tim Reformasi Tata kelola Minyak dan Gas Bumi, Faisal hanya mengamati anak usaha pertamina itu dari jauh saja.

"Kalau sekarang karena sebagai Kepala Tim Reformasi Tata Kelola Migas, sehingga memiliki kesempatan untuk mendalami Petral secara konferehensif, itu yang membuat sikap pak Faisal berubah," ujarnya.

Faisal Basri tidak tahu banyak soal Petral sehingga menganulir pernyataannya soal pembubaran anak usaha pertamina itu. Ketidaktahuan Faisal terhadap Petral lantaran latar belakang Faisal sebagai seorang pengamat ekonomi.

"Ya lumrah karena tidak tahu banyak Petral mungkin baru mendengar rumor itu, sehingga mempengaruhi secara emosional sehingga berpendapat Petral dibubarkan," tambahnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini