Share

Bandar Elpiji Mengaku Rugi Besar

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 17 Januari 2015 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 17 19 1093619 bandar-elpiji-mengaku-rugi-besar-tAzxxeXRna.jpg Ilustasi Elpiji 12 kg. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan bahwa harga Elpiji 12 kilogram (kg) turun menjadi Rp129.000 dari harga sebelumnya Rp134.700 per tabung. Penetapan harga ini mulai berlaku pada 19 Januari 2015.

Dengan turunnya harga gas Elpiji 12 kg, para bandar Elpiji mengaku mengalami kerugian, pasalnya stok yang ada saat ini masih dibeli dengan harga lama.

"Dari harga baru ini pasti ada kerugian ya," ungkap Pengusaha Gas yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Donny saat dihubungi Okezone, Sabtu (17/1/2015).

Lebih lanjut dia menjelaskan, estimasi hitungan kerugiannya. Menurutnya, jika agen tersebut dalam satu hari menurunkan 400 tabung maka kerugiannya bisa mencapai Rp2 juta.

"Kan turunnya sekitar Rp5 ribu per tabung, untuk agen yang satu harinya ambil 400 tabung tinggal kalikan saja 400 kali Rp5.000 ya sekitar segitu," katanya.

"Tapi kerugian ini sepertinya masih bisa ditolerir oleh pengusaha karena kan kita juga sadar kalau pemerintah rugi juga. Bahkan skalanya nasional," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini