Aset Pemilik Eks Bank Century Ada di Swiss Rp1,5 T

Prabawati Sriningrum , Jurnalis · Senin 19 Januari 2015 17:54 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 19 457 1094319 aset-pemilik-eks-bank-century-ada-di-swiss-rp1-5-t-bK7Vyuow8Z.jpg Aset Pemilik Eks Bank Century Ada di Swiss Rp1,5 T. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga price to book value Bank Mutiara didasarkan pada perhitungan hanya Rp3,7 triliun. Tapi, diakui Dewan Komisioner LPS Heru Budiargo bahwa selisih antara penyertaan modal sementara (PMS) Rp8,8 triliun dengan harga jual Bank Mutiara ke J Trust sebesar Rp4,7 triliun masih besar.

Tapi dia memberi harapan, selisih itu masih bisa dikejar karena ada potensi recovery aset oleh LPS dari pengejaran aset eks pemilik Bank Century. "Perkiraan kami sekitar Rp4 triliun sampai Rp5 triliun. Ada satu yang besar di sebuah bank di Swiss, jumlahnya Rp1,5 triliun," ujar Heru di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/1/2015).

Tapi, lanjutnya, usaha pengembalian harus panjang karena menyangkut hukum di domain negara lain seperti Swiss, Hong Kong, dan beberapa lainnya. "Dalam konteks itu kami bekerja sama dengan pemerintah. Probability (kemungkinan) berapa persen. Masih terlalu dini bagi kami," ujar Heru.

Komisioner LPS Siswanto menambahkan, proses tender penjualan Bank Mutiara sudah dilaksanakan secara transparan dan melibatkan banyak pihak seperti PT Perusahaan Pengelola Aset, Dana Reksa, Kejaksaan Agung dan BPKP.

Dari 18 peminat awal, tersisa enam peminat akhir. Yakni J Trust, Hong Leong Bank Malaysia, Bank of China Hong Kong, China Line, BRI dan Artha Graha Network Group. Dari situ, yang terakhir menyampaikan penawaran harga hanya Bank of China Hong Kong dan J Trust, sementara empat lainnya resmi menyatakan mundur.

Bank of China meminta LPS mengambil seluruh aset dan masalah hukum, serta meminta agar dibentuk bank baru yang bersih dari aset jelek dan kasus hukum terkait Bank Mutiara. "Itu tak bisa kami penuhi. Akhirnya J Trust yang menang. Investor lain tak mau ambil risiko hukum terkait kasus hukum di Mutiara waktu itu," jelas Siswanto.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini