DPR Akan Panggil Freeport Soal Smelter

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 20 Januari 2015 21:10 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 20 19 1094937 dpr-akan-panggil-freeport-soal-smelter-SAHU5HldY8.jpg Ilustrasi parbik smelter. (Foto: Reuters)
JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) masih mangkir dalam kewajibannya untuk membangun pabrik pengolahan atau pemurnian (smelter). Padahal hal tersebut sudah tertuang dalam renegosiasi kontrak antara pemerintah dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS).

Untuk itu, Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan memanggil seluruh jajaran manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI) pekan depan, guna mengetahui permasalahan dan kendala dalam pelaksanaan kewajiban tersebut.

"Bukan hanya soal smelter tetapi soal MoU antara pemerintah sehingga pemerintah tidak tergesa-gesa memberikan informasi ke DPR," ucap Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya W Yudha di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Dia pun sependapat dengan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengancam akan mencabut izin ekspor konsentrat jika Freeport tak laksanakan kewajiban tersebut. Pasalnya, ancaman tersebut telah sesuai dengan Undang-undang Minerba nomor 4 tahun 2009.

"Itu kan memenuhi UU Minerba. Ini kan namanya renegosiasi antara kedua belah pihak, Freeport dan pemerintah. (Ancaman) ini normal dong," ujar Satya.

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini