Image

Lumut Ini Bisa Hasilkan Solar Berkualitas Euro V

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 24 Januari 2015, 16:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 01 24 19 1096597 lumut-ini-bisa-hasilkan-solar-berkualitas-euro-v-ecxtuW6AdA.jpg Lumut Ini Bisa Hasilkan Solar Berkualitas Euro V. (Foto: Dani Jumadil/Okezone)

BOGOR - Tidak hanya mengembangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang dicampur air atau yang disebut solar emulsi, PT Pertamina (Persero) juga mengembangkan tumbuhan lumut sebagai BBM yang memiliki standar kualitas Euro IV hingga V.

Tumbuhan lumut yang dapat menjadi BBM ini disebut algae dan termasuk alternatif energi baru terbarukan (EBT). Pengembangan ini menjadi salah satu Riset and Development (R&D) yang telah lama dilakukan.

Vice President Research and Development Pertamina Eko Wahyu mengatakan, Algae ini dapat menjadi BBM jika disaring, sehingga dapat menurunkan impor BBM.

"Satu hektare tanaman lumut itu bisa hasilkan 50 ribu liter BBM. Dibandingkan dengan sawit yang hanya 5.940 liter. Ini bisa menghasilkan bahan bakar, ini bisa menghasilkan solar bentuknya kaya Aqua," ucap Eko, di Sentul Bogor, (24/1/2015).

Eko menambahkan, BBM yang dihasilkan melalui pencampuran lumut tersebut memiliki kualitas internasional Euro IV hingga V. Pengembangan tersebut sudah dipresentasikan ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Begitu disaring jadi solar, itu kelasnya Euro IV-V. Ini bisa kita kembangkan, ini dipresentasikan dengan pemerintah. Ini bisa dikembangbiakan di akuarium kaca, tapi kami belum puas. Cari kondisi yang optimium, seminggu bisa panen, sekarang kecil sekali jadi kami cari kondisi gemuk, diperlukan kerjasama dengan perguruan tinggi untuk lumut gemuk. Kita yakinkan itu bisa," paparnya.

Menurut Eko, jika pengembangan lumut sebagai campuran solar berhasil dapat meciptakan lapangan kerja dan pendapatan baru bagi petani Indonesia. Hasil olahan lumut tersebut juga bisa diproduksi massal sehingga Indonesia menjadi produsen Bahan Bakar Nabati (BBN) terbesar di dunia.

"Kalau algae ini jadi bahan bakar, petani saja bisa memanen petani bisa mengupayakn sendiri, kita bisa memproduksinya ini jelas dapat diperbarui. Jangan sampai kalah dengan negara lain," tukasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini