Perum Bulog Minimalisasi Impor Beras dengan Operasi Pasar

Prabawati Sriningrum , Jurnalis · Senin 16 Februari 2015 10:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 02 16 320 1106259 perum-bulog-minimalisasi-impor-beras-dengan-operasi-pasar-2fQ63yrnMR.jpg Bulog Minimalisasi Impor Beras dengan Operasi pasar (Dirut Bulog: Okezone)

JAKARTA - Guna menstabilkan harga beras di pasar, Pemerintah melalui Perum Bulog melaksanakan operasi pasar beras murah secara serentak di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Operasi pasar beras murah yang ditandai oleh penandatanganan nota kesepahaman antara Perum Bulog dengan Kodam tersebut, diluncurkan untuk pendistribusian di 62 titik yang terdiri dari 50 titik wilayah pemukiman dan 12 pasar strategis di wilayah Jabodetabek.

"Setiap hari 2.000 ton selama dua minggu, tetapi bisa kemungkinan bertambah sesuai kebutuhan di pasar. Berapa pun yang diperlukan akan kita berikan, saat ini kami simpan 4 juta ton beras di gudang-gudang bulog," ungkap Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat di Jakarta, Senin (16/2/2015).

Lebih lanjut Lenny mengatakan,jika operasi beras murah tersebut.Diharapkan dapat membantu upaya Pemerintah,untuk tidak menjalankan impor beras.

"Kita sudah tidak lagi berpikir untuk impor beras. Operasi pasar ini akan dilakukan sampai harga stabil," imbuhnya.

Optimisme pihak Bulog tersebut, diakui oleh Leni, didukung adanya pernyataan dari Pihak Kementerian Pertanian (Kementan) terkait panen beras di daerah yang akan terjadi pada sekira bulan Maret-Juni mendatang. Dengan demikian,produksi panen petani tersebut akan siap diserap oleh Bulog untuk pendistribusian di pasar.

" Kita serap produksi petani semaksimal mungkin,menurut Mentan sebentar lagi ada panen beras tinggal bagaimana bulog menyerapnya. Kemendag sangat mendukung kedaulatan pangan, bagaimana maksimalkan panen yang ada dan tidak boleh ada impor beras," tandasnya.

Sebagai informasi, operasi pasar beras murah yang diluncurkan oleh Perum Bulog dibantu oleh Kodam Jaya/Jayakarta kali ini, dilaksanakan di 62 titik yang terdiri dari 50 titik wilayah pemukiman serta 12 pasar strategis di wilayah Jabodetabek.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini