Share

Investasi ke Smartphone Lebih Besar dari Properti

Prabawati Sriningrum , Okezone · Jum'at 20 Februari 2015 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 20 320 1108269 investasi-ke-smartphone-lebih-besar-dari-properti-bOq6OOKkYQ.jpg Ilustrasi handphone. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemakaian barang elektronik berupa ponsel pintar (smarthphone) dan akses internet oleh masyarakat Indonesia dinilai semakin meningkat. Pasalnya, masyarakat banyak yang membelanjakan uangnya untuk membeli ponsel pintar maupun mengakses internet.

Credit Suisse Indonesia melalui surveinya dengan koresponden 1.600 orang Indonesia di 10 kota menyatakan bahwa minat masyarakat Indonesia dalam penggunaan ponsel pintar dan akses internet jauh lebih besar dibandingkan sektor properti.

Director Equity Research Credit Suisse Ella Nusantoro mengatakan, tingginya minat Indonesia terhadap ponsel pintar juga dipengaruhi oleh 40 persen pendapatan masyarakat Indonesia yang mengalami peningkatan.

"Semakin banyak penduduk Indonesia yang mengalami peningkatan pendapatan pada 2014 sampai 40 persen, dibandingkan dengan 2013 yang 38 persen," tuturnya di Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Ella menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukannya tersebut tercatat bahwa tingkat kepemilikan ponsel pintar pada 2014 meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan 2013. Pada 2013, tingkat kepemilikan ponsel pintar hanya 24 persen, sedangkan pada 2014 meningkat hingga 40 persen.

"Dari total tersebut, mayoritas masyarakat yang memiliki smartphone berasal dari masyarakat urban hingga 45 persen," ujarnya.

Survei menunjukkan, minat masyarakat menengah ke bawah (rural) dalam kemauan untuk memiliki ponsel pintar nyatanya juga mengalami peningkatan. Terlihat, pada 2013 hanya 18 persen, sedangkan pada 2014 mencapai 27 persen.

Di sisi lain, hal tersebut juga didasari adanya tingkat kepemilikan terhadap akses internet oleh masyarakat Indonesia yang mengalami peningkatan. Dimana, pada 2013 akses internet hanya dimiliki oleh 28 persen masyarakat Indonesia, namun mengalami pelonjakan pada tahun 2014 menjadi 38 persen.

"Ini menunjukkan, penduduk Indonesia umumnya masih lebih optimis dibandingkan negara tetangga, meski mengalami perlambatan ekonomi pada 2014," pungkasnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini