BPJS Kesehatan Akui Pelayanannya Masih Minim

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 21 Maret 2015 10:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 03 21 457 1122102 bpjs-kesehatan-akui-pelayanannya-masih-minim-TPYIPFPCJC.jpg BPJS Kesehatan akui pelayanannya masih minim. (Foto: Dani Jumadil/Okezone)

JAKARTA - Tahun pertama mulai aktifnya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memang menjadi vitamin bagi para orang miskin, karena dengan adanya jaminan ini dapat menjamin kesehatan bagi warga miskin, karena dapat memiliki akses untuk berobat.

Namun, seiringnya waktu, pelayanan BPJS Kesehatan ini malah menyulitkan masyarakat untuk berobat. Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur mengakui, dalam tahun pertama beroperasinya BPJS Kesehatan ada plus dan minusnya.

Nilai plusnya adalah orang miskin atau keluarga tidak mampu boleh sakit, yang sebelumnya golongan ini dilarang sakit.

"Sekarang boleh (sakit) dalam arti memiliki akses kesehatan," ucap dia dalam acara Polemik Sindo Trijaya dengan tema Mau Sehat Kok Repot di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (21/3/2015).

Diakui Fajriadinur, merujuk negara lain dalam implementasi tahun pertama pelayanan kesehatan ini akan sama halnya seperti Indonesia. Pasalnya membutuhkan penyesuaian yang sebelumnya orang miskin tidak memiliki akses kesehatan, namun saat ini memiliki.

"Merujuk negara lain, yang sudah ratusan tahun lalu seperti Jerman, itu pada tahun pertama berubahan luar biasa akan full, yang dulu nahan sakitnya, sekarang bisa akses. Itu salah satu permasalahan tersebut, itu memang perlu perbaikan," paparnya.

Dia menjelaskan, masalah lainnya yang membuat belum berjalan baik BPJS Kesehatan adalah bersamaan dengan sistem Jaminan Sosial Kesehatan Nasional Kesehatan.

"Ada satu jaminan semua orang bisa dapat akses kesehatan, diparalel ditambah revolusi sistem nasional, sistem rujukan berjenjang yang termasuk kendali mutu dan biaya. Lalu standar-standar pelayanan. Di antaranya dua hal sangat besar," sebutnya.

"Dulu orang khawatir untuk mengakses kesehatan, sekarang semuanya bisa akses. Lalu orang Indonesia mencoba semua," tukasnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini