PTBA Anggarkan Capex Rp5 T di 2015

Hendra Kusuma, Jurnalis · Senin 30 Maret 2015 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 30 278 1126412 ptba-anggarkan-capex-rp5-t-di-2015-UePLWi4pZ7.JPG PTBA Anggarkan Capex Rp5 T di 2015 (Ilustrasi: Reuters)

JAKARTA - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk sepanjang tahun buku 2015 sekira Rp5 triliun.

"Tahun ini capex kita Rp5 trilliun," kata Direktur Utama PTBA Milawarman di JS Luwansa, Jakarta, Senin (30/3/2015).

Milawarman mengungkapkan, belanja modal yang cukup besar tersebut akan dipergunakan Perseroan sebagai modal pengembangan usaha dan rutinitas perseroan yang selama ini sudah dilakukan.

"Fokus ke (belanja) rutin dan pengembangan," tukas dia.

PTBA sendiri tengah melakukan pengembangan usaha dengan menyelesaikan pembangunan PLTU Banjasari 2x110 megawatt (mw) di mulut tambang beserta infrastruktur di Lahat Sumatera Selatan.

Lalu peningkatan kapasitas pelabuhan Bandar Lampung menjadi 25 juta ton per tahun yang dijadwalkan mulai beroperasi pada triwulan II tahun ini.

PTBA berhasil membukukan laba bersih pada tahun buku 2014 sekira Rp2,02 triliun atau lebih tinggi 10 persen dari tahun sebelumnya yang sekira Rp1,83 triliun.

Direktur Utama PTBA Milawarman mengatakan, pertumbuhan positif laba bersih perseroan juga diikuti dengan pendapatan Perseroan yang meningkat 17 persen atau menjadi Rp13,08 triliun dibandingkan dengan tahun lalu.

"Laba bersih dan pendapatan itu merupakan hasil penjualan batubara sebesar 17,96 juta ton," kata Milawarman.

Dirinya mengungkapkan, dari penjualan batu bara yang sebesar 17,96 juta ton, pasokan domestik sebesar 9,59 juta ton atau 52 persen dari total penjualan. Sedangkan untuk ekspor tercatat sebesar 8,66 juta ton atau 48 persen dari total penjualan.

Lanjut Milawarman, volume penjualan PTBA di 2014 tersebut merupakan kontribusi dari produksi dan pembelian dari pihak keriga sebesar 18,17 juta ton, yang masing-masing produksi unit pertamabagan tanjung enim sebesar 15,50 juta ton, produksi anak perusahaan yakni PT International Prima Coal sebesar 0,85 juta ton.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini