Image

Alasan Pelabuhan Cilamaya Digeser, Anjungan Tak Lebar

Hendra Kusuma, Jurnalis · Kamis 02 April 2015 17:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 04 02 320 1128327 alasan-pelabuhan-cilamaya-digeser-anjungan-tak-lebar-5O5NMThC5u.jpg Ilustrasi pelabuhan. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan, pemerintah sepakat untuk menggeser wilayah pembangunan Pelabuhan Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Hal tersebut dikarenakan titik awal pembangunan yang sangat rumit.

Hal tersebut diputuskan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla berasama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Bappenas Andrinof Chaniago, Kepala SKK Migas, dan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto.

"Sudah diputuskan digeser, ya memang crowded, bukan pipa tetapi itu anjungan-anjungan, kita geser ke Timur cari jalur yang 5 km ke kanan, 5 km ke kiri," kata Indroyono di Kantornya, Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Menurut Indroyono, faktor yang menentukan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di geser bukan perkara yang mudah. Pasalnya, anjungan sebagai penunjang produksi blok migas PHE ONWJ harus tetap terjaga. "Masalah lahan bisa dipecahkan, masalah kedalaman bisa dipecahkan, tetapi masalah anjungan," tambahnya.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan tersebut juga harus dimulai dari awal lagi, dengan FS yang baru dan dipimpin oleh Bappenas. "Pas liat di tengah laut, ngeri, pak JK yang mutusin, setelah rapat digusur ke Timur, kalau, sekitar 80 anjungan," tutupnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini