Saleh Husin Perjuangkan Industri Kapal Bebas PPN

Widi Agustian, Jurnalis · Senin 20 April 2015 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 20 320 1136797 saleh-husin-perjuangkan-industri-kapal-bebas-ppn-DQRGHcpoRV.jpg Menteri Perindustrian Saleh Husin memantau pembangunan kapal milik PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya ditemani Dirut PT Dumas Shipyard Yance Gunawan. (foto: Istimewa)

SURABAYA - Menteri Perindustrian Saleh Husin menangkap aspirasi pelaku industri galangan kapal. Kementerian Perindustrian saat ini tengah berupaya merealisasikan fasilitas keringanan fiskal berupa pembebasan PPN (pajak pertambahan nilai) bagi industri galangan.

Hal itu disampaikan saat berkunjung ke PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Surabaya, Jawa Timur. "Ini sedang kami perjuangkan agar secepatnya berlaku karena rekan-rekan industri galangan sangat membutuhkan," ujar Menperin Saleh Husin.

Kata Saleh Husin, pemerintah juga mendorong rangsangan lain, seperti kemudahan perizinan dan investasi. Mengenai produksi komponen, Menperin menyatakan, pihaknya terus mempromosikan peluang investasi industri komponen kapal di dalam negeri. "Selain memperkuat industri perkapalan, juga agar bisa menekan biaya produksi," terangnya.

Selama ini, pelaku bisnis perkapalan mengaku terbebani aturan perpajakan dalam produksi kapal. Direktur Utama PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Yance Gunawan mengungkapkan, sebagai pelaku industri galangan kapal pihaknya dalam kondisi dilematis.

"Pertama, bea masuk untuk perlengkapan dan mesin mencapai 5-15%. Ini membuat kami susah bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Masalah kedua, lanjut dia, perusahaan tidak bisa berharap banyak pada produksi komponen kapal dalam negeri. Lantaran hampir sebagian besar komponen kapal didatangkan dari luar negeri alias impor. "Yang dari kita sendiri, dari dalam negeri, ya hanya pelat dan cat," katanya.

Di tengah himpitan kendala usaha, Dumas terus berkembang dari jasa reparasi hingga membangun kapal. Pesanan berasal dari kalangan swasta hingga BUMN. "Saat ini tengah dibangun galangan kami di Sreseh, Madura seluas 10 hektare," tutur Yance.

Dumas juga memiliki pengalaman bekerja sama dengan perusahaan asing, Damen Shipyard asal Belanda. Jumlah kapal yang telah dibangun mencapai 132 unit. Sementara untuk reparasi, Dumas sudah dipercaya menangani perbaikan 399 unit kapal berbagai jenis.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini