Sofyan Djalil: Indonesia Lemah dalam Komunikasi Kebijakan

Danang Sugianto, Jurnalis · Selasa 21 April 2015 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 21 320 1137612 sofyan-djalil-indonesia-lemah-dalam-komunikasi-kebijakan-y2CqriuxDM.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil (Foto: Okezone)
JAKARTA - Indonesia terpilih sebagai tempat penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) on East Asia 2015. Hampir 800 CEO perusahaan ternama dunia berkumpul sejak tanggal 19 hingga 21April

Pemerintah tidak mau menyianyiakan kesempatan tersebut. Selain Presiden Joko Widodo, hampir seluruh menteri berkesempatan untuk berbicara dalam forum tersebut.

"Yang jelas semua pihak melakukan diskusi, presiden pidato kemarin. Saya berbicara di berbagai kesempatan menjelaskan tentang Indonesia semua menteri tampil untuk jelaskan kebijakan yang mereka buat," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Sofyan mengatakan, selama ini seluruh kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Indonesia sudah cukup bagus. Namun Indonesia masih sangat lemah dalam hal komunikasi kebijakan. Oleh karena itu, WEF dianggap ajang komunikasi yang paling efektif dengan biaya yang sangat murah.

"Nah kita ini sebenarnya kurang PR, dan program seperti ini adalah PR publik yang paling murah karena semua diorganisir oleh WEF. Peserta membayar sendiri, kita cuma sediakan makan malam satu kali tadi malam. Yang lain mereka bayar sendiri," imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya merasa optimistis, lewat forum tersebut para pemimpin perusahaan dunia dapat mengerti tentang seluruh kebijakan pemerintah Indonesia. Sehingga dapat mengambil keputusan untuk berinvestasi di Indonesia.

"Yang datang kali ini ada 800 padahal maksimal 600. Ini kesempatan paling bagus untuk jelaskan Indonesia," pungkasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini