nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi & Presiden Xi Jinping Kian Mesra

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 27 April 2015 06:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 04 24 320 1139607 presiden-jokowi-presiden-xi-jinping-kian-mesra-3dVc6HYADZ.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden China Xi Jinping (Foto: Antara)

JAKARTA – Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Pemerintah China melalui Presidennya Xi Jinping kian mesra. Setelah kunjungan Jokowi ke China, keduanya pun langsung membuat sejumlah kerja sama.

Hubungan keduanya semakin terasa ketika bertemu dalam perhelatan akbar peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Jakarta-Bandung 19-24 April 2015.

Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada Rabu 22 Maret 2015, dalam pertemuan tersebut membicarakan realisasi komitmen yang sudah dilakukan ketika Jokowi melakukan kunjungan kerja ke China beberapa waktu lalu.

Selain itu, hubungan keduanya terlihat semakin akrab saat Jokowi duduk berdampingan dengan Presiden China Xi Jinping ketika Gala Dinner di Halaman Tengah Istana Kepresidenan.

Alhasil, dari hubungan kedua kepala negara tersebut menciptakan sebuah komitmen untuk membangun kereta super cepat atau High Speed Train (Shinkansen) di Tanah Air. Keinginan tersebut sudah ada ketika Presiden Jokowi mencoba secara langsung Shinkansen di Negeri Sakura.

Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan kereta cepat serupa Shinkansen di Indonesia akan segera diputuskan tahun ini.

"Nanti dilihat, kita akan putuskan untuk bangun high speed train. Enggak tahu apakah (untuk) Jakarta-Bandung atau Jakarta-Surabaya," katanya belum lama ini.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan, pembangunan Shinkansen ini memang hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden China Xi Jinping ketika melakukan pertemuan bilateral di acara peringatan ke-60 Konferensi Asia-Afrika (KAA)

Pada pertemuan itu, dirancang kerangka kerjasama untuk melandasi studi kelayakan secara detail dan juga struktur finansial untuk pembangunan kereta cepat yang akan dimulai tahun ini.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, pembangunan kereta super cepat ini akan dibentuk perusahaan patungan antara Kementerian BUMN dan Bappenas China. Nantinya, perusahaan ini akan melakukan studi kelayakan lebih mendalam dan perjanjian ini bersifat private to private.

"Ini adalah private to private dan MoU antara Menteri BUMN (Rini) dengan NDRC (Bappenas China) dan mereka akan bekerja untuk melakukan studi dan lalu kita akan buat perusahaan joint venture, karena kebanyakan ini digerakkan oleh private," ucap Sofyan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam meningkatkan hubungan mesra dengan Presiden China Xi Jinping sudah disampaikannya ketika Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, pihaknya mengharapkan ada tiga target kerjasama yang dapat tercapai dalam tiga tahun. Target yang pertama adalah implementasi bilateral untuk currency swap agreement. Target yang kedua, yaitu terkait perdagangan USD150 miliar pada tahun 2020. Dan yang ketiga, jumlah kunjungan wisatawan kedua belah negara yang mencapai 10 juta pertahun.

"Dalam kaitan ini, saya telah meminta Pemerintah Tiongkok untuk memberikan fasilitas bebas visa bagi wisatawan Indonesia yang akan berkunjung ke Tiongkok sebagaimana Pemerintah Indonesia telah memberikan visa bebas untuk wisatawan Tiongkok yang akan bepergian ke Indonesia,” ungkap Presiden Jokowi. (rzk)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini