Share

Pemberian KUR Masih Belum Tepat Sasaran

Danang Sugianto, Okezone · Jum'at 01 Mei 2015 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 01 457 1143323 pemberian-kur-masih-belum-tepat-sasaran-I3RWvec2hB.jpg Ilustrasi pemberian kredit. (Foto: Okezone)
BANDUNG - Pemerintah sudah sejak lama pemerintah menerapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membantu pendanaan bagi masyarakat menengah ke bawah. Namun pada realisasinya, penerapan KUR masih belum tepat sasaran.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) yang juga Dosen di Universitas Padjajaran Adwin Herwandi mengatakan, hal itu dapat terlihat dari individu yang mendapatkan fasilitas KUR tersebut.

"Kenyataannya kan yang dapat hanya orang-orang yang sudah pernah mengambil kredit dan tidak macet," tutur Adwin di Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/5/2015).

Menurutnya, bank-bank penyalur KUR seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah masih berhati-hati dalam menyalurkannya. Pasalnya pemerintah hanya menjamin 30 persen dari pinjaman KUR yang macet.

Dirinya memandang, pemerintah masih setengah hati dalam membantu masyarakat menengah ke bawah melalui program KUR tersebut. "Seharusnya pemerintah buat UU untuk menggelontorkan dana dari APBN untuk penyaluran KUR," imbuhnya.

Selain itu, Adwin juga memandang, sosialisasi program KUR juga masih kurang. Banyak dari masyarakat yang ternyata belum mengetahui secara utuh KUR.

"KUR itu digembor-gemborkan Pemerintah akan disalurkan untuk UKM, untuk masyarakat menengah ke bawah. Tapi kenyataannya tetangga kita saja tidak tahu apa itu KUR," pungkasnya.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini