Share

Koin Rp1.000 Diproduksi Perusahaan Kanada

Danang Sugianto, Jurnalis · Senin 04 Mei 2015 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 04 457 1144189 koin-rp1-000-diproduksi-perusahaan-kanada-oUr29UJxla.jpg Ilustrasi: Reuters
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah memilih Royal Canadian Mint untuk memproduksi nickel-plated steel blanks koin Rp1.000. Perusahaan asal Kanada ini berhasil memenangkan kontrak perdananya dengan BI beberapa waktu lalu di Jakarta.
 
 

Dengan begitu, Indonesia resmi menjadi negara ke-34 yang menggunakan teknologi baja multi-ply plated milik Mint.

"Teknologi multiply plated milik Mint adalah teknologi pelapisan baja paling mutakhir di dunia, dan teknologi ini telah dikenal luas di seluruh dunia dapat menghasilkan berbagai produk uang logam yang berkualitas tinggi, hemat biaya, dan aman," tutur Presiden dan CEO Royal Canadian Mint Sandra L. Hanington dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Sandra menjelaskan, kualitas bahan baku uang koin miliknya berasal dari teknologi canggih dari pabriknya di Winnipeg, Kanada. Selain itu dirinya mengklaim, Royal Canadian Mint mempunyai karyawan dengan keahlian teknis yang tinggi.

"Kami sangat bangga solusi blanko (blanks) kami yang akan digunakan sehari-hari di Indonesia akan berasal dari fasilitas manufaktur kami di Winnipeg dimana para karyawan kami mendedikasikan keahlian teknis dan pengalaman mereka untuk mempersembahkan solusi yang terbaik dan berkualitas tinggi kepada para konsumen," imbuhnya.

Teknologi baja multi-ply plated Mint berasal dari lapisan nikel, tembaga dan plat nikel yang ditempa di atas inti baja. Mint juga menyediakan layanan manufaktur dan konsultasi koin milai dari produksi koin numismatik sirkulasi, ready-to-strike blanks, medali, token, hingga manajemen distribusi dan pemasaran.

Kendati demikian, kontrak tersebut juga diharapkan dapat lebih meningkatkan perdagangan anatara kedua negara. Ekspor Kanada ke Indonesia tercatat meningkat dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Indonesia adalah pasar ekspor dan destinasi investasi terbesar Kanada di Asia Tenggara.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini