Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan aturan tentang kewajiban masyarakat untuk menggunakan mata uang rupiah dalam bertransaksi di Tanah Air.
Deputi Direktur Departemen Hukum BI Bambang Sukardi Putra menjelaskan, dengan menggunakan Rupiah dalam bertransaksi, masyarakat turut mendukung stabilitas nilai tukar.
Pasalnya, permintaan dolar AS akan menurun dan membuat tekanan kepada Rupiah akan berkurang. Sehingga, nilai tukar Rupiah tidak mengalami fluktuasi seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
"Dengan kewajiban Rupiah, bisa mendukung kestabilan nilai tukar Rupiah. Kita berharap dengan kewajiban menggunakan Rupiah bisa dukung kestabilan Rupiah, kalau transaksi banyak menggunakan dolar AS, tekanan ke dolar AS lebih berat," ucapnya di Sheraton Hotel, Sabtu (9/5/2015).
Di sisi lain, dia mengatakan, jika masyarakat Indonesia percaya terhadap Rupiah, diharapkan kepercayaan tersebut juga bisa menular kepada pihak asing dan berdampak baik kepada perekonomian Indonesia.
"Kita berharap dengan gunakan Rupiah, kepercayaan masyarakat kepada Rupiah meningkat, dan bisa diikuti dengan kepercayaan internasional kepada Rupiah dan berdampak ke perekonomian Indonesia," tukasnya.
Follow Berita Okezone di Google News
(mrt)