Share

Pengusaha Desak Jokowi Reshuffle Kabinet Kerja

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2015 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 12 20 1148627 pengusaha-desak-jokowi-reshuffle-kabinet-kerja-5GODFiUNKb.jpg Foto: Antara
JAKARTA - Desakan untuk melakukan reshuffle para menteri kabinet kerja Jokowi-JK tidak hanya datang dari berbagai lembaga maupun perorangan, namun juga datang dari pengusaha.

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, sudah sepantasnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) me-reshuffle para menterinya, khususnya menteri-menteri ekonomi.

Ketua Apindo Anton J Supit memaparkan beberapa alasan Presiden Jokowi harus me-reshuffle menterinya. Salah satu yang disorot pengusaha adalah, kabinet kerja Jokowi-JK dinilai cenderung banyak melakukan pencitraan, dibandingkan visi misinya yakni kerja, kerja, kerja.

"Ada yang sehari di kantor, beberapa hari di lapangan. Jangan hanya lihat blusukan ke mana, ke beberapa daerah, bukan itu tapi lihat hasil kerjanya mana. Jangan dibilang itu kerja, kerja, kerja," tegas Anton di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Anton menambahkan, alasan lainnya Presiden Jokowi harus me-reshuffle adalah kinerja para menteri ekonomi belum memuaskan untuk memecahkan masalah yang ada. Dirinya menilai, Jokowi harus mampu memilih menteri yang luar biasa.

"Saya kira kita butuh menteri yang luar biasa untuk mengejar ketertinggalan kita di kinerja ekonomi," paparnya.

Menurut Anton, kinerja para menteri ekonomi ini harus dilihat dari segala sisi. Jangan hanya mementingkan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi harus melihat kesenjangan sosial antara masyarakat. Pasalnya, saat ini ekonomi tengah melambat dan kesejahteraan masyarakat masih‎ juga belum terangkat.

Tercatat, masih tinggi angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesia yang mencapai sekira 28 juta orang.

"Misalnya pertumbuhan 5 persen dapat ciptakan lapangan kerja 1 juta. Kalau reformasi yang tegas itu bisa 10 persen dan lapangan kerja 4 juta," tukasnya.

Saat ditanya siapa saja menteri ekonomi yang layak di-reshuffle, Anton enggan menjelaskan.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini