Image

Perbankan Syariah RI Dicermati Vatikan & Inggris

Rani Hardjanti, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2015, 13:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 05 20 457 1152488 perbankan-syariah-ri-dicermati-vatikan-inggris-deDRU08tyg.jpg Ilustrasi bank syariah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Eksistensi perbankan syariah di Indonesia ternyata menarik perhatian Vatikan dan Inggris. Bahkan keduanya, secara khusus meminta penjelasan mengenai penerapan perbankan syariah.

Hari ini delegasi bisnis Inggris yang diwakili oleh Lord Mayor of the City of London, Alderman Alan Yarrow datang ke Indonesia untuk membahas agenda bisnis, salah satunya mengenai perbankan syariah.

Sebagai Duta Besar Inggris dalam pelayanan profesional dan finansial, Alderman akan bertemu pejabat pemerintah, para investor, pembuat kebijakan, dan para pemimpin bisnis.

Menurutnya, Inggris akan memaparkan keahlian mereka di bidang perbankan Syariah, pasar modal dan private finance initiatives.

Kedatangannya dari Inggris, ujar dia, ingin bekerja sama dalam bidang perbankan syariah kerjasama antar kedua negara.

"Perbankan syariah menjadi subjek yang ingin saya angkat dalam kunjungan ini, karena saya ingin menunjukkan bahwa Inggris merupakan pemimpin komunitas finansial internasional di negara barat," tuturnya, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Indonesia belum lama ini didaulat oleh Tahta Suci Vatikan, sebagai pembicara dalam seminar "Economic & Business Ethic In Christianity And Islam", yang berlangsung di Universitas Pontifikal Santo Thomas Aquinas, Jumat 15 Mei lalu.

Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad

dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah dan Muhammad Syafii Antonio pakar keuangan dan perbankan syariah yang saat ini menjabat sebagai Pimpinan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia.

Pembicara kunci lain dalam seminar tersebut adalah Kardinal Peter Kodwo Appiah Turkson, seorang kardinal Gereja Katolik Roma Ghana yang menjabat sebagai presiden Dewan Kepausan untuk keadilan dan perdamaian.

Muliaman dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa peran penting industri keuangan syariah harus diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat ke sektor keuangan atau inklusi keuangan sehingga keberadaannya bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin.

“Selain perannya untuk menyerap guncangan keuangan dan pengembangan ekonomi. Industri keuangan syariah penting untuk meningkatkan akses masyarakat atau inklusi keuangan yang antara lain dilakukan dengan literasi keuangan,” kata Muliaman.

Muliaman juga menyebutkan bahwa konsep keuangan Islam dan Katolik memiliki banyak kesamaan, yaitu menuju sistem keuangan yang berbasis etika, menjunjung keadilan dan bertujuan membantu yang miskin.

Seperti diketahui, industri keuangan syariah dalam perkembangannya sekitar 40 tahun ini tetap memegang prinsip antara lain pembentukan keadilan ekonom, distribusi kekayaan yang adil dan penyaluran dana masyarakat terhadap kegiatan ekonomi riil yang produktif dan bermanfaat.

Perbankan syariah merupakan sektor yang paling berkembang dari industri keuangan saat ini. Pada tingkat global pertumbuhan tahunan mencapai sekitar 16 persen dengan total aset USD1 triliun.

Di Indonesia pasar modal Islam, khususnya sukuk market, telah dikembangkan secara signifikan dengan jumlah penerbitan pada tahun 2012 sebesar USD139 miliar.

Industri Keuangan Nonbank Syariah juga terus tumbuh dan berperan penting dalam memenuhi tujuan industri seperti takaful, bank investasi, manajemen aset, dana pensiun, dan lembaga keuangan mikro.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini