nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusal, Perusahaan yang Diributkan Hatta Rajasa-Faisal Basri

Danang Sugianto, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2015 06:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 05 26 19 1155536 rusal-perusahaan-yang-diributkan-hatta-rajasa-faisal-basri-nXHow4GRp7.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nama perusahaan United Company (UC) Rusal, saat ini tengah disebut-sebut dalam perseteruan antara Faisal Basri dan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa.

Penelusuran Okezone, UC Rusal, merupakan perusahaan gabungan dari Rusal, SUAL dan aset alumunium oksida (alumina) dari Glencore. Perusahaan ini resmi berdiri pada 2007 dengan kantor pusat di Moskow, Rusia dan kantor pusat keuangan di Jersey.

Rusal bergerak yang bergerak di bidang pertambangan ini memiliki hasil produk berupa bauksit, alumina, aluminium dan aluminium alloys.

Tercatat saat ini UC Rusal menyumbang sekitar 9 persen dari prduksi aluminium dunia dan 9 persen dari produksi alumina dunia. Nilai tersebut turun dari tahun 2013 yang tercatat Rusal menyumbang hampir 11 persen dari produksi aluminium dunia dan 13 persen dari produksi alumina dunia.

Perusahaan raksasa ini memang terkenal memiliki banyak akses ke sumber daya biji bauksit. Tercatat perusahaan ini beroperasi di 19 negara di 5 benua yang berbeda di dunia. Perusahaan ini juga mempekerjakan lebih dari 72 ribu orang diseluruh lokasi operasinya.

Sebelum terbentuk perusahaan gabungan, Rusal memang aktif melebarkan sayap bisnisnya di negara-negara lain. Pada tahun 2006 Rusal mengakusisi aset yang dimiliki Aroaima Mining Company di Guyana. Pada Desember 2006 Rusal juga melakukan privatisasi kepemilikan saham milik Aluminium Smelter Company of Nigeria (Alscon) sebesar 77,5 persen. Kemudian pada Januari 2008 Rusal kembali mengakusisi 7,5 persen Alscon.

Selain kedua negara tersebut, UC Rusal juga aktif mengakusisi banyak perusahaan pertambangan bauksit di negara-negara seperti Armenia, Australia, Guinea, Irlandia, Italia, Swedia, Montenegri, dan Ukraina. Selain itu, UC Rusal juga memiliki dan mengoperasikan enam smeleter alumunium, dua kilang alumina dan dua pabrik foil di Rusia.

Untuk pendapatan, pada 2012 silam, perusahaan ini mengeruk pendapatan sebesar USD10,8 miliar atau setara Rp142,7 triliun jika dihitung berdasarkan kurs Rp13.220 per USD.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini