Polemik Hatta Rajasa-Faisal Basri, Pendapatan Rusal Tidak Naik

Danang Sugianto, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2015 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 26 19 1155708 polemik-hatta-rajasa-faisal-basri-pendapatan-rusal-tidak-naik-jpo1eWzNVn.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengamat ekonomi Faisal Basri menyebut kebijakan pelarangan ekspor bauksit yang dikeluarkan mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa merupakan desakan dari perusahaan alumunian raksasa asal Rusia, UC Rusal. Dirinya menuding, kebijakan tersebut selain merugikan industri bauksit nasional, juga menyebabkan UC Rusal meraup keuntungan yang besar pada saat itu.

Pada saat itu melalui Menteri ESDM, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 tentang pelarangan ekspor bauksit yang terbit pada tanggal 12 Januari 2014. Menurut Faisal seketika keuntungan dan harga saham UC Rusal meningkat

Penelusuran Okezone, laman resmi UC Rusal tercatat, pendapatan perusahaan ini terus menurun dari 2011 hingga 2014. Pada 2011 pendapatan perusahaan mencapai tingkat tertinggi yakni USD12,2 miliar, kemudian turun di 2012 menjadi USD10,8 miliar, di 2013 kembali turun jadi USD9,7 miliar dan di 2014 turun tipis menjadi USD9,3 miliar.

Sementara untuk saham, perusahaan ini memang terdaftar diberbagai perdagangan bursa di banyak negara, salah satunya di Hong Kong Stock Exchange (HKEx). Di HKEx saham UC Rusal (0486.HK) selama 2014 bergerak stabil dengan dengan tren terus meningkat.

Pada 2 Januari 2014, harga saham UC Rusal di HKEx tercatat sebesar 2,32 dolar Hongkong Setelah itu terus bergerak hingga pada puncakanya pada 26 November 2014 naik drastis menjadi 6,18 dolar Hongkong. Namun setelah itu di 17 Desember kembali menurun menjadi 4,41 dolar hongkong.

Sebagai pembanding, saham UC Rusal di Euronext Paris juga bergerak relatif meningkat. Pada 2 Januari 2014 harga saham UC Rusal mencapai 4,22 euro. Kemudian meningkat drastis di 11 Agustus 2014 menjadi 8,37 euro. Setelah itu harga saham UC Rusal terus melambung, hingga puncaknya di bulan Maret 2015 senilai 13,41 euro.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini