Share

Jokowi Kaget Lihat Total Aset BUMN

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 26 Mei 2015 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 26 320 1155309 jokowi-kaget-lihat-total-aset-bumn-6mjAkstG8y.jpg Presiden Jokowi. (Foto: Ant)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bagaimana pentingnya pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendorong pembangunan nasional. Pasalnya, bila ditotal aset BUMN sangatlah potensial.

Hal ini disampaikan Jokowi ketika menghadiri peluncuran program Transformasi Bank-Bank Pembangunan Daerah (BPD), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5/2015).

Jokowi mengatakan, dua minggu lalu dirinya mengumpulkan para direksi BUMN sekira 143 perusahaan dengan total aset mencapai Rp4.500 triliun.

"Malam-malam saya jumlahkan, berapa sih aset BUMN kita? Saya kaget. Ternyata total aset ada Rp4.500 triliun, Rp4.500 triliun. Tadi BPD total asetnya Rp430 triliun. Ini kan sebuah kekuatan yang sangat besar dengan aset Rp4.500 triliun," jelas Jokowi.

Jokowi menambahkan, pada saat pertemuan dengan direksi BUMN itu juga disampaikan bahwa, pembentukan holding BUMN di sektor lain perlu dilakukan. Salah satunya adalah BUMN pelabuhan, yakni PT Pelindo (Persero).

Berdasarkan data Kementerian BUMN, jumlah BUMN per 31 Desember 2014 sebanyak 119 BUMN atau berkurang 20 BUMN dibanding akhir 2013. Dari total tersebut, dua BUMN di antaranya berubah status badan hukum menjadi BPJS, yakni PT Akses dan PT Jamsostek. Sekira 14 BUMN perkebunan menjadi satu holding BUMN Perkebunan sehingga jumlah BUMN Perkebunan menjadi 13. Sementara enam BUMN Kehutanan menjadi satu holding BUMN Kehutanan sehingga jumlah BUMN Kehutanan tinggal lima.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini