nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IATA Optimistis Kinerja di 2015 Meningkat

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2015 19:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 06 03 278 1159749 iata-optimistis-kinerja-di-2015-meningkat-MTPQ3S8KFr.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Direktur PT Indonesia Transport & Infrastructure (IATA) Wishnu Handoyono telah menyiapkan beberapa strategi di sektor penerbangan, antara lain dengan penguatan bisnis penyewaan pesawat melalui tender-tender yang diadakan SKK Migas dan non SKK Migas.

Selain itu, juga akan dilakukan penambahan armada private jet, dan mengoptimalkan armada yang dimiliki dengan pengelolaan yang baik.

“Perseroan merasa optimistis untuk terus meningkatkan kinerja pada 2015 melalui berbagai upaya strategis di sektor usaha penerbangan dan pengelolaan pelabuhan batu bara,” ujar Wishnu Handoyono dalam public expose PT Indonesia Transport & Infrastructure, di Gedung MNC Tower, Jakarta, Rabu (3/6/2015).

Sepanjang 2014, Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar USD 23,57 juta, jumlah aktiva sebesar USD127,14 juta, dan jumlah ekuitas sebesar USD 67,26 juta.

Pada tahun buku 2014 Indonesia Air memiliki 11 pesawat di antaranya satu unit Embraer Legacy 600, dua unit ATR 42 – 500, satu unit ATR 42 – 300, dua unit FOKKER – 50, empat unit Airbus Helicopters EC155-B1 dan satu unit Airbus Helicopters AS365 Dauphin N2.

“Ke depan, Perseroan akan meningkatkan promosi private jet business,” ucapnya.

Untuk diketahui, basis operasi Indonesia Air terdapat di empat kota besar, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport Balikpapan, Kalimantan Timur (Standby Charter), Sorowako – Sulawesi Selatan Kontrak dengan PT Vale Indonesia Tbk, Halim Perdanakusuma International Airport, Airport Jakarta (Standby Charter), Denpasar – Bali Kontrak dengan Kangean Energy Indonesia LTD.

Selain sektor penerbangan, Perseroan juga membidik peningkatan kontribusi dari sektor pengelolaan pelabuhan batu bara. Pada 2015 ini melalui Entitas Anak, yaitu PT MNC Infrastruktur Utama, Perseroan telah berhasil membangun Barges Loading Conveyor (BLC) di Palaran, Kalimantan Timur dengan kapasitas 1.000 MT per jam, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan yang cukup signifikan bagi Perseroan.

“Untuk coal terminal, Perseroan menjalin kerjasama dengan perusahaan tambang lainnya untuk meningkatkan kapasitas volume jasa pelabuhan. Perseroan juga akan memaksimalkan kapasitas produksi yang dimiliki dengan dilakukan pendekatan atas potensi customer,” tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini