Skandal Mi Timbel India, Nestle Melawan

Sabtu 13 Juni 2015 05:27 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 12 213 1164648 skandal-mi-timbel-india-nestle-melawan-9n1Wp1dDwh.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

NEW DELHI - Setelah badan pemerintah India mengumumkan produk mi buatan Nestlé SA mengandung logam berat pada level berbahaya, perusahaan Swiss itu mencoba mempertahankan bisnisnya. Pada Kamis, Nestlé menggugat badan pengawas makanan India dengan tujuan membatalkan larangan terhadap produk mereka.

Bulan lalu, badan pemerintah India mengaku telah menemukan kandungan logam timbel pada jumlah yang sangat tinggi dalam sampel Maggi 2-Minute Noodles. Mi instan ini merupakan salah satu produk terlaris Nestlé di India.

CEO Nestlé Paul Bulcke tiba di India pekan lalu untuk menegaskan keyakinan perusahaannya bahwa mi instan tersebut aman dikonsumsi. Perusahaan itu menyatakan telah berulang kali menguji produknya dan tidak menemukan bukti bahwa kandungan timbel telah melampaui batas yang diizinkan.

Kini, perusahaan itu mengambil langkah yang lebih tegas. Unit Nestlé India telah mengajukan permohonan agar Pengadilan Tinggi Bombay meninjau kembali perintah badan pengawas makanan India untuk menarik mi instan Maggi dari peredaran.

Menurut Nestlé India, yang dipermasalahkan adalah perbedaan tafsiran peraturan keselamatan pangan di India. Perusahaan pada pekan lalu telah menarik sendiri produk itu dari pasaran untuk menenangkan konsumen. Mereka mengaku tidak akan menjual mi tersebut sampai ada keputusan dari pengadilan.

“Kami masih meneruskan penarikan produk Maggi Noodles. Aksi [hukum] ini tidak akan mengganggu proses tersebut,” demikian pernyataan Nestlé. “Kami akan bertindak sesuai perintah” dari pengadilan, kata perusahaan.

Nestlé menyoroti peraturan India soal uji produk dan perizinan. Sejumlah pelaku industri makanan di India mengeluhkan aturan yang tidak jelas. Proses perizinan dari pemerintah juga sangat memakan waktu dan membingungkan, kata mereka.

Teknik pengukuran kandungan timbel menjadi titik permasalahan. Badan pemerintah India menyatakan mi instan Nestlé mengandung dua komponen utama: mi dan bumbu berbentuk bubuk. Keduanya pun diuji terpisah. Bumbu mi instan ternyata mengandung timbel yang terlalu banyak, dalam hitungan parts per million (ppm).

Nestlé berdalih bahwa mi dan bumbunya semestinya diuji dalam wujud seperti yang biasa dikonsumsi: keduanya tercampur dalam air panas. Badan pengawas makanan India bersikukuh bahwa kedua komponen itu mesti diperiksa secara independen. (Oleh Preetika Rana)

 

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di Wall Street Journal

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini