OJK: Pencairan Asuransi Korban AirAsia Butuh Kepastian Hukum

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2015 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 18 457 1167318 ojk-pencairan-asuransi-korban-airasia-butuh-kepastian-hukum-JpWPbSX1or.jpg Ilustrasi: Okezone
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pembayaran asuransi korban AirAsia QZ 8501 belum tuntas. Pembayaran asuransi tersebut masih terganjal dengan penyelesaian dokumen.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Dumoly F Pardede menyebutkan dokumen mengenai ahli waris korban AirAsia QZ b8501 membuat dana asuransi sulit cair.

"Ada yang belum (diselesaikan) semata-mata membutuhkan landasan hukum tentang ahli waris," jelasnya kepada Okezone, Kamis (18/6/2015).

Terkait permasalahan ahli waris tersebut, Dumoly mengatakan sudah dibahas dalam diskusi antar lembaga. Diskusi membahas mengenai lembaga yang berwenang menetapkan ahli waris korban AirAsia QZ8501.

"Prosesnya sudah didiskusikan antar-lembaga siapa pihak yang berwewenang menetapkannya," tandasnya.

Sebelumnya, terkait akta kematian korban AirAsia QZ8501, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan melayangkan surat kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) RI. Surat tersebut dimaksudkan untuk mempercepat penerbitan akta kematian korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501.

Perlu diketahui, Dana asuransi korban kecelakaan penerbangan dengan nomor QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh pada akhir Desember 2014 belum sepenuhnya dibayar. Tercatat, pembayaran asuransi tersebut per satu penumpang mencapai Rp1,25 miliar.

Hingga saat ini belum semua korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 mendapatkan ganti rugi dari pihak airlines. Hal ini lantaran masih terbentur dengan legalitas dokumen seperti akta kematian.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini