RI Produsen Timah Terbesar Dunia, tapi Tidak Bisa Apa-Apa

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 22 Juni 2015 19:24 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 22 320 1169586 ri-produsen-timah-terbesar-dunia-tapi-tidak-bisa-apa-apa-wPcbQQgRqf.jpg Ilustrasi: Okezone
JAKARTA - Pada minggu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi tambang timah di Bangka Belitung (Babel). Usai kunjungannya ini, Jokowi menginginkan adanya perbaikan dalam industri timah dalam negeri. Pasalnya, banyak pertambangan timah ilegal yang merugikan negara.

"Kemarin pak Presiden pergi ke Batam, pergi ke lapangan bagaimana kerusakan lingkungan, bagaimana tidak, terjadinya reklamasi dan lain-lain. Itu masalahnya," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2015).

Sofyan menambahkan, Presiden Jokowi juga menginginkan adanya pengendalian dari ekspor timah. Walaupun Indonesia sebagai salah satu eksportir timah terbesar di dunia, namun tidak bisa melakukan apa-apa.

"Presiden juga inginkan kita harus bisa kontrol timah yang kita produsen kedua terbesar di dunia sekarang. Tapi kita enggak bisa pengaruh apa-apa," tegas Sofyan.

Menurut Sofyan, banyaknya tambang timal ilegal dikarenakan para pengusaha ini tidak mau menjual kepada BUMN dalam hal ini PT Timah (Persero). Hal ini tidak terlepas dari pengenaan pajak dan lain sebagainya.

"Intinya bagaimana kita memberikan wilayah PT Timah itu bisa dikelola oleh rakyat dengan cara yang benar dan diawasi. termasuk salah satu ketentuan tambang rakyat yaang tidak boleh pakai alat berat. Ini harus di cari jalan keluarnya. kalau tidak pakai alat berat, timah enggak bisa diurus, karena mengangkut itu perlu eskavator, itu perlu alat berat," paparnya.

Untuk menyelesaikan hal ini, Sofyan akan memanggil pihak terkait. Penyelesaiannya akan di bawah tingkat Kemenko Perekonomian.

"Minggu ini kita akan panggil bupati, PT Timah, masyarakat, gubernur untuk duduk bersama," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini