nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

REI Beberkan Alasan Anjloknya Penjualan Properti

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2015 13:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 06 23 470 1169944 rei-beberkan-alasan-anjloknya-penjualan-properti-GS1EI2ZgLW.jpg Ilustrasi: Okezone
JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih nyaman di level Rp13.300 per USD. Pelemahan yang terjadi, turut mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya properti.

Menurut Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy, pelemahan ini membuat pengaruh pada penjualan properti, baik rumah tapak maupun properti. Tercatat, pada kuartal I-2015, penjualan properti anjlok hingga 40 persen.

Namun, pelemahan Rupiah bukan semata-mata yang mempengaruhi penjualan, tetapi belum terbitnya beberapa kebijakan, seperti penurunan kredit pemilikan rumah (KPR) yang akan diatur oleh Bank Indonesia (BI).

"Pengaruh (pelemahan Rupiah) tetap ada, efeknya bukan karena Rupiah melemah, tapi juga karena kebijakan lain yang masih belum, misalnya (kebijakan) BI untuk Loan to Value (LTV) belum jalan," kata Eddy di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/6/2015).

Eddy menjelaskan, dampak dari pelemahan Rupiah ini akan membuat masyarakat lebih menunggu dan melihat (wait and see) pergerakan ekonomi Indonesia.

"Jadi memang salah satu pengaruhnya juga karena kenaikan dolar AS ini orang akan lebih wait and see, orang akan melihat arah ekonomi ke mana," paparnya.

Menurut Eddy, masyarakat melakukan wait and see karena masih melihat apakah kondisi pasar keuangan masih akan bagus hingga akhir tahun 2015. Selain itu, masih melihat kebijakan apa yang akan diambil pemerintah.

"Bukan itu, tapi karena datangnya dolar AS, orang akan melihat pergerakan ini, apakah pasar masih bagus sehingga usahanya apakah masih lancar. Orang kan perlu pantau sehingga orang akan menunggu, melihat atau wait and see lah, bahasa umumnya," terang Eddy.

Diakui Eddy, faktor ini membuat penjualan properti akan turun. "Akibatnya orang pembeliannya akan menurun. Pasti ada pengaruhnya, tapi tidak hanya kurs aja tapi juga pengaruh ekonomi global, di banyak negara juga merasakan," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini