nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahas Nasib TPPI, Jokowi: Lanjutkan Penegakan Hukum

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2015 19:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 06 24 20 1170854 bahas-nasib-tppi-jokowi-lanjutkan-penegakan-hukum-fS9iJpA44q.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Okezone)
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas nasib PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Ratas ini berlangsung tertutup dan tidak ada kata pembukaan dari Jokowi, berbeda sekali dengan ratas-ratas sebelumnya.

Hadir dalam ratas ini Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kapolri Badrodin Haiti hingga jajaran direksi PT Pertamina (Persero).

Usai ratas sendiri, Kapolri Badrodin Haiti mengungkapkan, ratas tersebut pada dasarnya untuk pengamanan dalam rangka sumber daya mineral, namun juga menyinggung penyelesaian nasib TPPI. Arahan Presiden Jokowi, agar TPPI dilanjutkan pada proses hukum yang berlaku.

"Enggak ada (arahan), lanjut aja proses penegakan hukum. Makanya tidak hanya TPPI saya bilang. Sumber daya mineral secara keseluruhan, termasuk pengamanannya di daerah-daerah," kata Badrodin di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Badrodin menambahkan, saat ini pihak yang berkewajiban masih menunggu beberapa pemeriksaan, salah satunya pemiliknya.

"Ya, TPPI itu kan memang Honggo-nya (pemilik) kan masih di luar negeri. Kita memerlukan pemeriksaan yang bersangkutan. itu aja. Tapi juga tadi ditanya masalah yang terkait dengan bagaimana kalau misalnya masalah kilang-kilang punya TPPI itu diberdayakan oleh pemerintah, karena memang sahamnya pemerintah ada di situ," papar Badrodin.

Menurutnya, pihak polisi akan terbang ke Singapura untuk memerika pemilik dari TPPI ini.

"Insya Allah, hari Senin kita periksa di Singapura. Mau 10 penyidik juga kan sama saja yang diperiksa satu orang. Kalau cukup dua orang, ya dua orang, kalau tiga orang ya tiga orang," tukasnya.

Sekedar informasi, TPPI menjadi topik pembicaraan beberapa waktu lalu, pasalnya mantan menteri keuangan Sri Mulyani diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri karena diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini