nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TBIG Siapkan Rp730 Miliar untuk Bayar Utang

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2015 10:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 06 24 278 1170427 tbig-siapkan-rp730-miliar-untuk-bayar-utang-5BZkXabJg2.jpg Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)
JAKARTA - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana untuk menyicil pelunasan utang yang akan jatuh tempo tahun ini pada 26 Mei mendatang. Adapun cicilan yang akan dibayarkan, sebesar Rp730 miliar.

Direktur Keuangan TBIG, Helmy Yusman Santoso, menuturkan bahwa perseroan tengah mengalami kelebihan kas akibat besarnya pendapatan sebelum pajak, bunga, dan depresiasi (EBITDA) sebesar Rp700 miliar antara kuartal I dengan kuartal yang sedang berjalan, yang bisa membantu perseroan mengembalikan utang-utangnya.

"Kita mengalami excess cash antara kuartal I dengan kuartal yang sedang berjalan sebesar Rp700 miliar. Mengingat belanja modal sudah bisa kita tangani, maka kami putuskan excess cash itu untuk membayar utang-utang kami sebesar Rp730 miliar, atau USD 55 juta,"tuturnya, di Jakarta, Selasa (23/6/2015) malam.

Dia menambahkan, uang tersebut akan digunakan untuk membayar utang sindikasi yang berasal dari 11 bank asing. Adapun saldo jatuh tempo pada 2015 secara keseluruhan mencapai Rp3,19 triliun. Sedangkan per akhir Maret 2015, total pinjaman sindikasi tersebut tercatat di angka Rp8,13 triliun.

Sekadar informasi, pada November lalu perusahaan melakukan pinjaman sindikasi senilai USD1,3 miliar atau setara Rp 16,64 triliun yang digunakan untuk refinancing utang jatuh tempo senilai USD2 miliar serta tambahan modal kerja.

Kendati membayar utang menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat, namun perusahaan tidak khawatir terkena rugi kurs karena telah melakukan lindung nilai (hedging) bagi seluruh utangnya.

Adapun posisi kas dan setara kas perusahaan per Maret 2015 mencapai Rp 699,94 miliar. Sedangkan belanja modal pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun, yang sebagian besar akan dialokasikan untuk penambahan menara sebanyak 2 ribu unit.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini