Total E&P Siap Ikuti Peraturan BI soal Penggunaan Rupiah

Danang Sugianto, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2015 09:23 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 08 19 1178057 total-e-p-siap-ikuti-peraturan-bi-soal-penggunaan-rupiah-aGXEH0zbaV.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Salah satu perusahaan asing yang memproduksi gas di Indonesia Total E&P Indonesie mengaku siap menjalankan Peraturan Bank Indonesia (BI) nomor 17/3/PBI/2015 tentang kewajiban penggunan Rupiah.

Vice President Corporate Communication HR and Finance Total E&P ‎Indonesie Arividya Noviyanto mengatakan, pihaknya mengaku tidak masalah menjalankan Kategori 1 dari kesepakan BI dengan Kementerian ESDM. Kategori itu menyebutkan transaksi yang wajib langsung diterapkan menggunakan rupiah adalah untuk sewa kantor, rumah, kendaraan dan gaji karyawan Indonesia.

"Mudah-mudahan enggak berpengaruh karena itu nature-nya memang Rupiah," tutur pria yang akrab disapa Novi di Jakarta, semalam.

Namun, untuk kategori 2 yang mengharuskan menggunakan mata uang Rupiah dalam transaksi impor pihaknya masih mempertimbangkan. Pasalnya Total masih ragu hal itu dapat mempengaruhi biaya produksi perusahaan secara keseluhan.

"Kalau barang yang impor itu memang bisa jadi kalau dikonversi si vendor naikin harga karena supaya dia katakanlah hedging sendiri. Itu yang sedang dikaji SKK Migas kan apakah ada possibility hedging. Itu kan secara PSC sebetulnya enggak," imbuhnya.

Kendati demikian, Novi mengaku Total siap jika seluruh peraturan PBI tersebut diterapkan pada akhir September nanti. Meskipun komponen penggunaan Rupiah di dalam kegiatan bisnsi Total hanya sebesar 20 persen.

"Apalagi yang bagian rupiah full transaction tidak begitu besar kan sekarang. Sekarang mungkin di bawah itu ya, hampir 20 persen. Tapi kami siap," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini