nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertagas dan PGN Digabung, Dua-duanya Rugi!

Widi Agustian, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2015 08:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 07 09 19 1178696 pertagas-dan-pgn-digabung-dua-duanya-rugi-TpdLVIzKBE.jpg Ilustrasi: Reuters
JAKARTA - Isu penyatuan BUMN yang fokus di bidang infrastruktur gas, yakni PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (bk (PGAS) sempat menyita perhatian.

Direktur Energi Baru dan Terbarukan Pertamina Yenni Andayani menuturkan, isu holding BUMN gas, yakni peleburan PGN dan Pertagas sudah bergulit sejak dua tahun lalu.

"Akibatnya, terjadi konflik antara dua perusahaan tersebut. Kalau sampai terjadi (holding), dua-duanya (PGN-Pertagas) sama-sama rugi," jelas Yenni di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Yang terpenting, kata dia, bukan holding-nya, tapi sinergi antara dua perusahaan tersebut. Sehingga bisa saja dua perusahaan tersebut tetap berdiri sendiri-sendiri, dan menciptakan iklim persaingan yang sehat.

"Sehingga gas ini tidak dimonopoli," cetusnya.

Dia melanjutkan, holding adalah cita-cita mulia pemerintah. Tapi, pemerintah juga harus hati-hati. Pertanyaan besarnya adalah, apakah tepat hal itu dilakukan sekarang.

"Kita (Pertamina) sendiri menganut sistem open acces. Tidak apa kita tidak boleh bangun pipa, asal kita bisa pakai pipa milik yang lain. Tapi, kalau tidak boleh dipakai, ya kita bangun," ungkapnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini