HT Nilai Ada Masalah Lebih Penting dari Sekedar Menyerap Anggaran

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2015 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 10 20 1179732 ht-nilai-ada-masalah-lebih-penting-dari-sekedar-menyerap-anggaran-URdAJxzuET.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyikapi serius mengenai masih minimnya serapan APBN-Perubahan 2015. Hingga Semester I-2015, baru tercapai Rp770 triliun. Untuk itu, dia pun berencana akan membentuk tim satgas percepatan penyerapan anggaran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, mengatakan, masalah utama sebenarnya bukanlah penyerapan anggaran. "Masalahnya apakah objeknya tepat sasaran, ekonomi aktif lagi, dan pelaksanaannya konsisten dan perencanaan yang baik," ujar Hary saat berkunjung ke kantor Okezone, Jakarta, Jumat (10/7/2015).

Dalam pendapat Hary Tanoe, menyerap anggaran bukanlah hal yang sulit, justru yang sulit akan dikemanakan uang tersebut. "Ya namanya keluar uang paling gampang, yang susah keluar uangnya (untuk apa), yang susah," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi menambahkan, pemerintah akan terus menggeber anggaran belanja pada semester II-2015. Anggaran belanja ini yang berhubungan dengan rakyat, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

"Ini terus saya gas, belanja yang berhubungan rakyat saya dorong. Agar daya beli bisa naik. Baik yang berkaitan dengan kartu keluarga sejahtera Rp600 ribu per bulan, untuk KIP Rp450-1 juta, itu ada 22 juta murid yang kita berikan itu dan anggaran langsung kita dorong," sebut Jokowi.

Terlebih lagi, pemerintah sudah memulai banyak melakukan grounbreaking sejumlah proyek infrastruktur, sehingga akan menyerap anggaran pada semester II-2015.

"Kalau bangun waduk, itu sudah groundbreaking, tapi itu hanya uang muka 20 persen. Nanti akan dilunasi," paparnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini