Image

50 Perusahaan Terbesar di Asia (1)

Danang Sugianto, Jurnalis · Sabtu 25 Juli 2015 06:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 07 24 213 1185045 50-perusahaan-terbesar-di-asia-1-uuEmDA6x5N.jpg Baidu. (Foto: Reuters)
JAKARTA - Forbes kembali merilis daftar 50 perusahaan terbesar di Asia yang diberi nama Fab50. Seluruh perusahaan tersebut dipilih dari 1.116 perusahaan yang memiliki minimal pendapatan tahunan sebesar USD3 miliar.

Melansir dari Forbes, Kamis (23/7/2015), berikut adalah 25 dari 50 perusahaan terbesar di Asia berdasarkan alfabet.

1. Amorepacific

Perusahaan manufaktur kosmetik terbesar ke-14 di dunia ini merupakan kali pertama muncul dalam daftar Fab50. Hal tersebut disebabkan saham perusahaan milik Suh Kyung Bae ini melonjak 100 persen di tahun lalu. Hal itu membuat sang pemilik perusahaan menjadi orang kedua terkaya di Korea Selatan

2. Aurobindo Pharma

Tahun lalu perusahaan obat generic dari India ini masih tidak terpilih dalam Fab50. Tapi kali ini dengan pendapatan yang melonjak hingga 48 persen dan laba bersih naik 33 persen menjadi USD258 juta, membuat Aurobindo masuk dalam daftar Fab50.

3. Avago Technologies

Perusahaan teknologi asal Singapura ini berhasil masuk ke dalam daftar Fab50 untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Berkat harga saham yang melonjak dua kali lipat, perusahaan berhasil meraih lonjakan pendapatan hampir 70 persen per 2014 lalu. Namun laba bersih Avago turun 52 persen dikarenakan pajak yang lebih tinggi.

4. Baidu

Ini merupakan kali keempat perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa search engine ini masuk ke dalam daftar Fab50. Seiring bertumbuhannya teknologi gadget, membuat perusahaan asal China ini mendapatkan 50 persen dari total pendataannya berasal dari akun ponsel. Pengguna aktif Baidu Wallet juga melonjak menjadi 26 juta orang sejak diluncurkan tahun lalu.

5. Bangkok Dusit Medical Services

Boomingnya jasa pelayanan perawatan medis untuk sektor pariwisata membuat perusahaan asal Thailand ini berhasil meraih lonjakan pendapatan dan masuk ke dalam daftar Fab50. Padahal tahun lalu perusahaan ini masih belum berhasil masuk ke dalam daftar ini

6. Batu Kawan Berhad

Perusahaan yang dibesut oleh dua bersaudara Lee Oi Hian dan Lee Hau Hian terbukti berhasil melipatgandakan pendapatannya sebesar tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir. Hal itu membuat perusahaan ini berhasil masuk ke dalam daftar Fab50 untuk pertama kalinya. Total kekayaan kedua bersaudara ini mencapai USD1,45 miliar.

7. Beijing DBN Technology Group

Perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi pertanian, perkebunan dan peternakan ini kini berhasil menjadi perusahaan raksasa. Perusahaan yang berbasis di Beijing ini memiliki lebih dari 18 ribu karyawan, 40 lahan produksi, 67 anak perusahaan, 500 toko dan lebih dari seribu pusat pelayanan pelanggan.

8. BGF Retail

Persuhaan mini market terbesar di Korea Selatan ini telah memulai debutnya dalam lantai busa saham pada Mei tahun lalu. Sejak saat ini harga saham perusahaan milik Hong Seok-Yoh ini melonjak empat kali lipat. BGF yang bergerak dengan strategi waralaba memiliki total 9 ribu toko mini market yang tersebar di Korea Selatan dan Korea Utara.

9. Catcher Technology

Perusahaan asal Tainan, Taiwan ini sudah mulai menjalankan bisnisnya sejak 1984. Perusahaan ini sudah bergerak memproduksi alumunium dan magnesium untuk membuat komputer, notebook dan telepon selular.

10. China Fortune Land

Perusahaan pengembang asal China ini merupakan kali pertama masuk ke dalam daftar Fab50. Pada September tahun lalu, perusahaan ini berhasil menjalin kerjasama dengan Atherton Pacific Green Group dan Alarm.com dari Amerika untuk mengembangkan industrial park di kota Wuxi, Hal itu membuat pendapatan perusahaan naik 27 persen.

11. China Hongqiao Group

Perusahaan tambang mineral aluminium asal China ini berhasil masuk dalam daftar Fab50 selama 3 kali berturut-turut. Perusahaan pemasok alumunium dengan harga murah ini digadang-gadangkan siap mengungguli produsen alumunium terbesar di dunia asal Rusia, Rusal. Diketahui Hongqiao siap menganggarkan USD245 juta untuk memperkuat pembangkit listrik. SErta USD1,6 miliar memperluas kapasitas smelting di China dan proyek-proyek di Indonesia dan Guinea.

12. China ZhengTong Auto Services

Perusahaan dealer mobil raksasa asal China ini membuktikan keperkasaannya dengan muncul daftar Fab50 selama tiga tahun berturut-turut. Perusahan ini tercatat memiliki 105 dealer yang tersebar di 37 kota di China. Mobil yang dijajakan juga mobil-mobil berkualitas dunia seperti Volvo, BMW, Jaguar dan Land Rover.

Sang pemilik Wang Muqing menjadi miliarder karena pendapatan perusahaan melonjak 52 persen dalam 5 tahun terakhir.

13. Coolpad

Coolpad merupakan salah satu perusahaan produsen dan vendor smarphone 4G di China. Pada Juni kemarin, perusahaan ini berhasil masuk dalam pasar India dengan memperkenalkan produk smartphone unggulannya Danzen.

14. Cosmos Pharmaceutical

Perusahaan farmasi asal Jepang ini tercatat telah memiliki lebih dari 650 toko. Nilai perusahaan Cosmos diketahui meningkat 65 persen dari debut awalnya di lantai bursa sahama pada 2012 silam.

15. CP ALL

Perusahaan ini merupakan operator dibalik hadirnya 7-Eleven di Thailand. Laba bersih perusahaan meningkat 25 persen pada kuartal pertama tahun ini. Tahun lalu penjualan 7-Eleven di Thailand juga tercatat naik sebesar 25 persen. Hal itu membuat perusahaan ini masuk ke dalam daftar selama lima tahun berturut.

16. CWT

Perusahaan logistik asal Singapura diketahui sebagai perusahaan logistik terbesar dalam perdagangan di Asia Tenggara. Pendapatan perusahaan tercatat naik 65 persen dari tahun lalu. Meskipun laba bersih hanya naik 5 persen menjadi USD89 juta.

17. GoerTek

GoerTek merupakan perusahaan pembuat peralatan teknologi asal China. Perusahaan ini berdiri sejak 2001 dan go public di Shenzhen pada 2008 lalu. Sang pendiri Jiang Bin, diketahui sekarang telah menjadi miliarder.

18. Great Wall Motor

Perusahaan ini merupakan automaker terbesar di China. Sang pemilik Wang Fengyin diketahu juga masuk dalam kategori wanita paling berkuasa dalam Forbes Asia.

19. Gree Electric Appliances

Perusahan ini merupakan produsen alat-alat elektronik yang berbasis di Zhuhai, China. Perusahaan in9i telah membuat banyak peralatan elektronik seperti AC, kompresor, dispenser dan rice cooker. Perusahaan ini juga sedang menjalin kerjasama dengan Qihoo360 dan situs streaming LeTV yang berencana akan memproduksi smartphone pada tahun ini.

20. GT Capital

Perusahaan yang dipimpin oleh milarder George TY ini merupakan grup perusahaan yang bergerdak di bidang penjualan mobil, real estate dan energi. Saham perusahaan ini juga tercatat naik 45 persen selama tahun lalu. Pendapatan perusahaan diketahui juga meningkat disebabakan melonjaknya penjualan mobil dari anak perusahaannya, Toyota Motor Filipina.

21. HCL Technologies

Perusahaan asal New Delhi India ini masuk ke dalam daftar Fab50 untuk keenam kalinya. Perusahaan ini tercatat memiliki lebih dari 100 ribu karyawan di 31 negara. Meski saat ini perusahaan sedang dilanda tekanan pelemahan mata uang, namun laba bersih HCL naik sebesar 44 persen.

22. HDFC Bank Branch In Mumbai

Salah satu bank swasta terbesar di India ini tercatat memiliki 32 juta nasabah. Bank ini juga memiliki lebih dari 4 ribu cabang di hampir 25 ribu kota. Pada akhir Mei lalu, pendapatan perusahaan mencapai USD9,8 miliar, atau naik 17 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara laba bersih naik 21 persen menjadi USD1,7 miliar. Diketahui juga bank ini berencana akan membuka 300 cabang lagi di tahun depan.

23. Heilan Home

Heilan Home merupakan produsen pakaian kelas tinggi yang hadir di 3 ribu toko di seluruh China.

24. Hotel Shilla

Hotel ini merupakan anak perusahaan dari kerajaan perusahaan Samsung. Perusahaan yang dipimpin oleh putri pertama Lee Kun-Hee, Lee Boo-Jin ini berhasil meraih lonjakan pendapatan lebih dari 30 persen dari tahun lalu. Hal tersebut berkat boomingnya sektor pariwisata di China.

25. Huadong Medicine

Perusahaan ini lahir pada 1952 silam di Hangzhou sebagai perusahaan milik negara. Perusahaan ini mulai go public pada tahun 2000 di Shenzhen. Tercatat laba bersih tahun lalu mencapai USD123 juta, atau naik 31 persen dari 2014.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini