nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Produk RI Mahal jika Masuk ke Inggris

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 27 Juli 2015 21:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 07 27 320 1186282 alasan-produk-ri-mahal-jika-masuk-ke-inggris-z3RMmmmn3X.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar produk Indonesia yang masuk ke Inggris lebih rendah tarif bea masuk impornya. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menyatakan, hal ini dikarenakan pemerintah Indonesia dengan Inggris belum ada kerjasama dalam kerangka comprehensive economic partnership agreement atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dengan Uni Eropa (UE).

"Kan kita sama Inggris itu belum ada kerjasama dalam kerangka CEPA atau dengan yang lain, beda dengan Vietnam dan negara lain yang mendapatkan fasilitas lebih mudah, lebih murah," kata Rachmat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Rachmat menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia terus membahas perkembangan CEPA dengan Uni Eropa.

"Nah kita sendiri dengan EU (Eropa Union/Uni Eropa) sekarang sedang memulai membangun komunikasi membahas kerjasama itu tadi, sehingga kita dapat mendapatkan fasilitas yang sama. Sebagaimana negara-negara, baik itu Vietnam dan Malaysia," paparnya.

Menurut Rachmat, pihaknya akan terus mencari cara agar tarif bea masuk impor produk Indonesia ke Inggris lebih rendah. Dirinya pun berencana akan terbang ke London, Inggris guna pertemuan lebih lanjut.

"Nanti kita cari jalan dong, bagaimana kita berupaya menurunkan biaya tarif yang dikenakan masuk produk-produk Indonesia dan saya akan ke melakukan pertemuan dengan inggris pada September awal, di London. Tentu kita harus masuk ke sana, harus kerjasama baik EFTA itu harus mulai," ungkapnya.

Lanjut Rachmat mengatakan, pada dasarnya pemerintah Indonesia menginginkan kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara lain.

"Pasti, tentu dia juga minta tarif kita turun. harus ada azas respirokal. Mesti ada gitu dong kita sama mereka. Dan kita memang ingin kembangkan ekspor kita dengan mereka. kita perlu investasi mereka juga," paparnya.

"Bagus, menerima mereka, sama-sama lah, kalau kita turunin, mereka turunin, kan sah saja," tukasnya.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini