nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Anjlok akibat Kebijakan Pemerintah Selalu Berubah-ubah

Danang Sugianto, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2015 11:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 07 28 20 1186479 rupiah-anjlok-akibat-kebijakan-pemerintah-selalu-berubah-ubah-hYuK8JA7fv.jpg Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Semakin hari nilai mata uang Rupiah kian merosot. Hal tersebut, terjadi lantaran kebijakan fiskal dan moneter yang dikeluarkan masih belum sejalan dalam meredam penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Pengamat Ekonomi LIPI, Carunia Firdausy, kebijakan fiskal dan moneter harus sejalan dan seimbang ketika ingin menyelamatkan Rupiah. Karenanya, moneter yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) seperti melonggarkan Loan To Value (LTV) cukup bermanfaat, karena mampu menggugah daya beli masyarakat terhadap properti maupun kendaraan bermotor.

"Itu bagus dan bekerja, artinya konsumen tidak perlu khawatir untuk membeli rumah dan kendaraan bermotor, jadi sudah berjalan. Tapi suku bunga kita masih ditahan 7,5 persen, itu tujuannya untuk menahan inflasi," ujar Carunia dalam MNC Business, Selasa (28/7/2015).

"Menurut pandangan saya itu upaya dari sisi moneter untuk bagaimana perbankan mencairkan dananya untuk bantu sektor riil," tambahnya.

Dia menilai, hal ini akan sangat membantu dalam menggerakkan perekonomian. Namun, kebijakan tersebut seakan percuma, karena pemerintah selaku pembuat kebijakan fiskal belum mampu mendorong gairah investasi dalam negeri.

Akibatnya, investor masih menunggu dan belum percaya terhadap iklim investasi di Indonesia. Pasalnya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah masih sering berubah-ubah sehingga tidak ada kepastian untuk dunia usaha.

"Itu tergantung bagaimana tarik menarik untuk meyakinkan bahwa pemerintah melakukan hal yang benar. Selama ini pengusaha masih wait and see menunggu kebijakan pemerintah yang enggak jelas untuk menahan dolar AS," pungkasnya.

(mrt)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini