nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selamatkan Rupiah, Tak Cukup dengan Kebijakan Fiskal & Moneter

Danang Sugianto, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2015 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 07 28 20 1186587 selamatkan-rupiah-tak-cukup-dengan-kebijakan-fiskal-moneter-0YPzW5wlAe.jpg Ilustrasi: Reuters

JAKARTA - Seluruh kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sebagai regulator dinilai belum mujarab dalam menyelamatkan Rupiah dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS). Tentu dibutuhkan kebijakan yang ampuh dan selaras dari sisi fiskal dan moneter.

Pengamat Ekonomi LIPI Carunia Firdausy memandang, kebijakan-kebijakan moneter yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) dinilai sudah mampu menahan laju inflasi. Namun kebijakan fiskal yang tepat belum keluar dari tangan pemerintah.

"Padahal untuk menyelamatkan perekonomian dibutuhkan kebijakan yang efektif bukan hanya moneter tapi fiskal juga," ucap Carunia dalam acara di MNC Business, Selasa (28/7/2015).

Menurut Carunia, saat ini sektor konsumsi sudah tidak bisa diandalkan, karena daya beli masyarakat yang sedang menurun. Oleh karena itu perekonomian nasional hanya bisa bergantung dalam sisi investasi usaha. Namun kebijakan-kebijakan pemerintah, terlihat belum mampu memancing para investor untuk masuk ke Indonesia.

"Sebenarnya investasi tidak bisa kita push, ini tergantung bagaimana cara kita menariknya. Bagaimana membuat negara kita menjadi seksi. Tapi juga dari sisi penyerapan anggaran pemerintah, karena masih jauh dari target," imbuhnya.

Oleh karena itu, saat ini menjadi momen yang tepat untuk menggelontorkan anggaran pemerintah untuk membangun infrastruktur. Selainnya berikan stimulus fiskal bagi dunia usaha, agar investor mendapatkan kepastian dan mau berinvestasi di Indonesia.

"Memang pengusaha yang terlalu dimanjakan dengan pemberian insentif fiskal. Tapi jangan membebani mereka lebih banyak juga. Kebutuhan akan mesin produksi dan lain-ain itu harus dibuat smooth. Artinya harus ada dukungan dari pemerintah untuk pengusaha dalam membeli kebutuhan alat-alat produksi. Karena sektor industri ini bergerak karena ada kemudahan di sisi produksi," pungkasnya.

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini